Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 27

Desak Revolusi PSSI,
Suporter di Aceh Tidur di Jalan
Selasa, 22 Februari 2011 - 12:30 wib
Salman Mardira – Okezone
BANDA ACEH – Puluhan suporter sepakbola di Aceh berunjukrasa mendesak revolusi PSSI. Mereka menggelar aksi tidur di jalan dan membakar gambar Nurdin Halid sebagai bentuk kekecewaan, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2/2011).

Massa tergabung dalam Aliansi Aceh Anti-Nurdin (Alaidin) terdiri dari pecinta sepokbola di tanah rencong serta para pendukung klub-klub PSSI dan Liga Primer Indonesia (LPI) di Aceh, menilai, organisasi PSSI saat ini dipenuhi dengan mafia sepakbola dan harus segera di revolusi.

Mereka menggelar spanduk berisi pesan kutukan terhadap Nurdin Halid dan menginjak-injak foto ketua PSSI itu yang dinilai sebagai biang utama buruknya prestasi sepakbola Indonesia selama ini.

Menurut pengunjukrasa Nurdin adalah bekas narapidana yang lebih pantas hidup dipenjara ketimbang memimpin sepakbola. “Tuntutan kami atas perubahan di tubuh PSSI adalah harga mati, dan kami akan terus berjuang demi kemajuan sepakbola Indonesia,” kata kordinator aksi, Oki Tiba.

“Kami berkumpul menyuarakan aspirasi kami akan revolusi PSSI. Kami hadir mewakili seluruh masyarakat Aceh yang mencintai sepakbola,” ujarnya yang disambut yel-yel turunkan Nurdin, gantung Nurdin.

Mereka mendesak agar Nurdin dan Nirwan mundur dari bursa calon ketua PSSI mendatang, karena keduanya dinilai sama-sama hanya ingin memanfaatkan kekuasaan di organisasi sepakbola.

Jika Nurdin Halid kembali terpilih memimpin PSSI, mereka mengancam akan memboikot dukungan secara langsung setiap pertandingan PSSI.

Dalam aksi dikawal puluhan Polisi, para suporter juga mengutuk sikap tim verifikasi yang tak meloloskan Arifin Panigoro dan George Toisuta. Mereka menilai sikap itu sengaja diambil untuk mempertahankan konco-konconya tetap memimpin PSSI.

Mereka mendesak agar pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015 harus berlangsung fair, tanpa ada politik uang untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

Para suporter menduga membudayanya praktek politik uang dan perjudian di tubuh organisasi sepakbola Indonesia selama ini menyebabkan terpuruknya prestasi sepakbola Indonesia. (msy)
 
Dukung Nurdin, PSSI Aceh Dikecam
Selasa, 22 Februari 2011 - 13:22 wib
Salman Mardira - Okezone
BANDA ACEH – Sikap Pengurus Provinsi PSSI Aceh mendukung Nurdin Halid menuai kecaman dari para supporter sepakbola di sana. Mereka mengaku kecewa dan meminta Pengprov PSSI Aceh mencabut pernyataannya tersebut.

Kecamatan itu disampaikan Aliansi Aceh Anti-Nurdin (Alaidin) yang merupakan gabungan sejumlah supporter klub PSSI dan Liga Primer Indonesia (LPI) di Aceh, menyusul adanya statmen Ketua PSSI Aceh, Zainuddin Hamid yang menyatakan akan memberi suara kepada Nurdin Halid dalam kongres PSSI di Bali mendatang.

“Kami meminta PSSI Aceh mencabut pernyataannya,” kata kordintaor Alaidin, Oki Tiba di Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2/2011). “Ini sebuah tamparan bagi kami masyarakat Aceh pecinta sepakbola yang sedang memperjuangkan sepakbola bersih, transparan, tanpa politik uang dan politisasi,” ujar Oki.

Mereka menilai dukungan PSSI Aceh terhadap Nurdin Halid sebagai cerminan ternyata bahwa organ PSSI di seluruh Indonesia sudah dipenuhi mafia sepakbola.

“Statemen Zainuddin Hamid menyadarkan kami bahwa revolusi di PSSI tak mudah, karena hampir seluruh organ PSSI baik dipusat maupun di daerah sudah menjadi bagian dari mafia sepakbola,” tukas Oki.

Menurutnya Nurdin dan anteknya tak pantas lagi memimpin PSSI karena sudah terbukti tak mampu mengangkat prestasi sepakbola Indonesia. “Banyak dosa yang sudah diperbuatnya dan kami terus berjuang untuk revolusi PSSI,” ujar Oki.

Ketua Pengprov PSSI Aceh, Zainuddin Hamid alias Let Bugeh mengatakan alasa pihaknya menjagokan Nurdin Halid karena sosok mantan narapidana kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog sebesar Rp169,71 miliar tahun 2007 itu dinilai masih dibutuhkan untuk perkembangan sepakbola Indonesia.

“Dia sosok pekerja keras, sebagai manusia dia pasti punya kekurangan,” kata Zainuddin yang juga ketua KONI Aceh.Terkait banyaknya kritikan terhadap PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin, dia mengatakan itu wajar dalam sebuah organisasi dan Negara demokrasi. (fit)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar