Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 26

PSSI Sumut Masih
Harapkan George Toisutta
Senin, 21 Februari 2011 - 21:13 wib
Adela Eka Putra Marza - Okezone
MEDAN - Ketua Komisi Pemilihan PSSI Syarief Bastaman telah mengumumkan nama calon Ketua Umum PSSI yang lolos verifikasi, yakni Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie, Sabtu (19/2/2011). Sedangkan, dua bakal calon lainnya, George Toisutta dan Arifin Panigoro dinyatakan tidak lulus verifikasi.

Meskipun begitu, ternyata pengurus PSSI Sumut masih berharap kepada Toisutta. "Kita pasti akan pilih Toisutta, kalau dia maju dalam pencalonan ketua umum. Karena, Toisutta tidak akan terpengaruh hal-hal negatif yang ada di tubuh PSSI selama ini," ungkap Sekretaris Umum Pengprov PSSI Sumut Choking Susilo Sakeh di Medan, Senin (21/2/2011) sore.

Choking menilai Kepala Staf Angkatan Darat berpangkat jenderal itu mampu mengangkat persepakbolaan nasional yang saat ini sangat miskin prestasi. Peluang Toisutta sendiri untuk mendapatkan tiket pencalonan Ketua Umum PSSI dinilainya masih terbuka lebar.

Apalagi, kubu Toisutta bersama Arifin sudah melayangkan surat banding ke PSSI pada hari ini, Senin. Mereka melalui dua anggota tim kuasa hukumnya, Rofiq Sungkar dan Zamal Asegaf, telah resmi mendaftarkan surat banding ke Komite Banding PSSI yang diterima Direktur Bidang Kesekretariatan PSSI Idrus Hamid.

Namun, ditambahkan Choking lagi, jika Toisutta ternyata akhirnya tetap saja tidak masuk dalam daftar calon Ketua Umum PSSI, pihaknya tidak akan memilih Nurdin Halid. Menurutnya, PSSI Sumut lebih memilih Nirwan Bakrie. Alasannya, Nirwan lebih pantas karena selama ini juga sudah aktif berkecimpung di tubuh PSSI.

"Nirwan pasti sudah banyak belajar dari atasannya. Selama ini, kita tahu periode kepemimpinan Nurdin banyak ditolak oleh masyarakat bola di Tanah Air. Pastinya, Nirwan pantas menggantikan Nurdin. Kita akan memilih dia," pungkas Choking lagi.

Pemilihan Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015 ini sendiri akan dilaksanakan dalam Kongres Luar Biasa PSSI. Kongres tersebut akan digelar di Tanah Lot, Bali pada 26 Maret mendatang. (wei)
 
 
"Nirwan Bakrie Lebih Ideal"
Selasa, 22 Februari 2011 - 09:23 wib
Adela Eka Putra Marza - Okezone

MEDAN - Dari empat nama bakal calon Ketua Umum PSSI yang diusulkan oleh 100 anggota PSSI yang memiliki hak suara beberapa waktu lalu, akhirnya Komisi Pemilihan PSSI mengumumkan hanya Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie yang lolos verifikasi. Sedangkan, George Toisutta dan Arifin Panigoro sama sekali tidak disebut, alias dianggap tidak lolos verifikasi.

Melihat hasil verifikasi ini, pengamat sepakbola Sumatera Utara Rafriandi Nasution lebih menjagokan Nirwan untuk memimpin organisasi sepakbola di Tanah Air tersebut. Menurutnya, sosok pengusaha itu lebih ideal untuk menggantikan Nurdin.

"Nirwan Bakrie merupakan alternatif yang tepat bagi sepakbola Indonesia untuk mencapai prestasi. Selain seorang pengusaha, ia tidak tergabung dalam partai politik apapun. Sehingga, lebih masuk ke semua pihak. Sosoknya dapat menyegarkan sepakbola Indonesia," ungkap Rafriandi kepada Okezone di Medan, Senin (21/2) malam.

Mengenai sosok Nurdin, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Liga Instansi Sumut itu menilai memang ada peningkatan yang luar biasa dalam sepakbola Indonesia selama tujuh tahun masa kepemimpinan Nurdin. Meskipun Timnas Indonesiabelum sempat menjuarai turnamen, tapi antusias masyarakat terus bertambah.

Namun, meskipun begitu, hal tersebut tentu saja masih jauh dari impian para pecinta sepakbola Indonesia. "Permintaan masyarakat agar Nurdin Halid meletakkan jabatan harus disikapi secara positif. Realitasnya, proses regenerasi harus segera dilakukan," ujar Rafriandi lagi.

Sementara itu, sosok Toisutta dinilai Rafriandi juga kurang pantas untuk menjadi Ketua Umum PSSI. Karena, menurutnya posisi tersebut bukanlah porsi Toisutta sebagai anggota TNI AD yang bertugas menjaga keamanan negara. Apalagi, konsolidasi dalam sepakbola membutuhkan waktu yang sangat banyak.

"Sedangkan Arifin Panigoro juga harus ada kearifan. Tidak boleh bermusuhan dengan Nurdin Halid, karena tidak baik ditonton oleh pemain-pemain muda. Arifin terlalu mempertontonkan kekuatan uang. Kalah pun Nurdin Halid kalah, apa untungnya? Kalau untuk kepuasan individu, itu tidak fair," tambah Ketua Biro Futsal PSSI Pengprov Sumut itu lagi.

Rafriandi berharap semua potensi yang ada seharusnya disatukan bersama. Karena sekarang masalahnya bukanlah sepakbola Nirwan, sepakbola Nurdin, sepakbola Toisutta atau sepakbola Arifin. Menurutnya, saat ini kita sedang membicarakan sepakbola Indonesia. Hal ini harus diingat oleh semua peserta kongres nantinya.

Pemilihan Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015 ini sendiri akan dilaksanakan dalam Kongres Luar Biasa PSSI. Kongres tersebut akan digelar di Tanah Lot, Bali pada 26 Maret mendatang. (wei)
 
Pimpinan PSSI Harus Berkomitmen
Selasa, 22 Februari 2011 - 11:15 wib
Rejdo Prahananda - Okezone
JAKARTA – Kisruh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang terus bergulir terkait kongres pemilihan ketua umum pada 26 Maret mendatang semakin panas. Kondisi ini mengudang pengamat sepakbola Indonesia, Titis Widyatmoko untuk menilisik lebih jauh perihal polemik tersebut.

Menurut komentator sepakbola itu, wajah sepakbola Tanah Air tidak dapat berubah jika masih ada unsur politis yang menunggangi sepakbola di Indonesia. Titis menilai, diperlukan keberanian untuk mengintervensi induk sepakbola Indonesia, meskipun FIFA sendiri nantinya akan menjatuhkan sanksi.

Titis mencontoh Nigeria di mana pemerintahnya berani menekan induk sepakbola di negara itu lantaran persoalan korupsi yang menggelayuti Federasi sepakbola Nigeria pada Oktober 2010 lalu.

Hasilnya, Federasi sepakbola Nigeria dihukum oleh FIFA baik di tingkat klub maupun tim nasional. Negeria pun harus menjalani larangan bertanding di pentas internasional selama dua tahun.

Berkaca dari kasus serupa, Titis menginginkan PSSI untuk sementara waktu harus kembali ke titik nol agar bisa bersih dari kepentingan-kepentingan lain di luar sepakbola.

“Kalau soal intervensi, kita bisa mendapat sanksi dari FIFA berupa larangan bertanding di level Internasional. Tapi dibutuhkan keberanian untuk mengintervensi PSSI. Saya belum melihat orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi untuk memimpin sepakbola Indonesia, termasuk ke empat bakal calon yang maju (dalam Kongres PSSI bulan depan),” ujar Titis melalui sambungan telepon kepada Okezone, Selasa (22/2/2011).

“Saya melihat, nuansa politis masih kental. Kita mengingkan pemimpin yang bisa memajukan sepakbola Indonesia dan tidak ada unsur politis. Diperlukan keberanian untuk mendorong sepakbola Indonesia. Betul-betul bersih dan berkomitmen penuh bagi kemajuan sepakbola Indonesia,” tutup Titis mengapungkan pandangannya mengenai figur yang pantas memimpin PSSI. (fmh)
 
GBK Mulai Digeruduk
Suporter Anti-NH
Selasa, 22 Februari 2011 - 11:52 wib
Bagus Santosa - Okezone
JAKARTA - Ratusan pecinta sepak bola Indonesia mulai menyerbu markas PSSI di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Berdasarkan pantauan okezone, Boromania, pendukung fanatik Persibo sudah meng'oranye'kan GBK. Mereka datang dengan tiga bus dan membawa beberapa spanduk ukuran 5x1m dengan kata-kata menuntut Nurdin Halid turun. Para suporter juga melantunkan lagu-lagu kecaman pada Nurdin Halid.

Presiden Boromania mengatakan bahwa kedatangannya ke GBK untuk menanggapi karut-marutnya kongres PSSI."Saya datang kemari memenuhi undangan teman-teman karena kongres yang tidak karu-karuan ini," ujarnya ketika ditanya maksud kedatangan Boromania,Selasa (22/2/2011).

"Kami menanggapi kegagalan dua kandidat. Tapi, Nurdin yang kriminal atau narapidana malah lolos, dua lagi tidak lolos," lanjutnya.

Selanjutnya, soal massa yang datang kali ini, Priyanti selaku CEO Boromania mengatakan bahwa Boromania yang datang ke GBK sekitar 600 orang. "Kami membawa 7 bus sekitar 600 orang," ujar Priyanto, CEO Boromania."4 bus lagi nanti berangkat dari sana (Bojonegoro) pukul 13.00 WIB," paparnya.

Selanjutnya Mas Gundul, sapaan akrab Priyanto, mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan suporter lain."Kami 7 bus. Panser 20 bus, Semarang ada, Aceh juga datang, dari Pasopati 20 bus. Terus dari Samarinda satu pesawat," ujar Priyanto yang juga Tim Pengurus di Asosiasi Suporter Indonesia (ASI).

Mas Gundul mengatakan bahwa puncak aksi akan dilakukan besok. "Pusatnya besok," ujarnya. Dia menambahkan aksi ini akan dilakukan di beberapa tempat."Rencananya kita ke kantor PSSI, HI dan KPK. hari ini kita ke PSSI, dan kita akan di sini tanpa batas waktu. sampai Nurdin mau turun," ujarnya dengan nada yang menggebu-gebu.

Ketika disinggung penggerak dari aksi ini, Gundul mengatakan ini murni perasaan suporter yang menginginkan revolusi PSSI."Jangan dipolitisir, kita tidak dukung 1 orang, kami hanya menginginkan revolusi PSSI," tandas pria gundul ini.

Masih menurut Gundul, Boromania lebih memilih PSSI dihukum 2 tahun agar menciptakan persepakbolaan tanah air yang lebih baik. "lebih baik PSSI dihukum dua tahun FIFA, biar jadi macan," tandasnya. (fit)
 
Batang Hidung Pengurus PSSI Tak Nampak
Selasa, 22 Februari 2011 - 12:45 wib
Muhayati Faridatun - Okezone
JAKARTA – Aksi mengecam PSSI masih berlangsung di depan Kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Sementara tidak ada satupun pengurus PSSI yang menunjukkan batang hidungnya atau menemui pengunjuk rasa.

Pendemo yang berasal dari suporter Persibo Bojonegoro, Boromania mulai berdatangan ke depan kantor PSSI sekira pukul 12.00 WIB. Sesampainya di markas induk sepakbola tertinggi di tanah air itu, pendemo tidak langsung berunjuk rasa karena bertepatan dengan adzan salat Zuhur.

Selepas adzan, Boromania yang berjumlah sekira ratusan orang itu menyanyikan lagu-lagu yang berisi desakan agar Nurdin Halid segera turun.

Pengunjuk rasa menilai sudah saatnya Indonesia melakukan perubahan di tubuh PSSI demi kemajuan sepakbola nasional. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tidak layak lagi dipilih karena melanggar statuta FIFA terkait statusnya sebagai mantan narapidana kasus korupsi.

“PSSI bukan kerajaan milik Nurdin dan kroninya, Revolusi PSSI,” kecam pendemo seperti yang dituangkan dalam sejumlah spanduk yang mereka bawa.

Ketua Harian Boromania, Priyanto, dalam orasinya mengatakan mereka datang tidak untuk memihak siap-siapa, dan semata-mata hanya demi kemajuan sepakbola Indonesia.

“Kita urunan tidak ada yang membiayai, kita ingin kembali menjadi macan Asia,” kata Priyanto.”Nurdin dan kroninya sudah tutup mata, tuntutan kita Cuma ingin revolusi PSSI, kalau anda warga negara yang baik anda harus turun, kami tidak akan pulang sebelum nurdin turun,” dia menegaskan.

“PSSI tujuh tahun tidak ada prestasi & terkesan mundur. Pemilihan kandidat ketua umum cuma akal-akalan.Tapi kita tidak mihak siapa-siapa.Kami serahkan pada orang-orang yang mampu, yang tidak mampu turun ganti yang mampu."

Selain Boromania, sejumlah kelompok supoter yang akan bergabung dalam aksi ‘revolusi PSSI’ yaitu Panser Semarang, NgalaMania,Persik Kediri,Bonek, dan kelompok suporter dari Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan damai di bawah pengawasan sekira 60 aparat keamanan yang berjaga di dalam area parkir PSSI. Sementara itu, tidak ada satu pun perwakilan PSSI yang menemui para pengunjuk rasa. (fit)
 

 
 
 
 
 
 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar