PSSI Tandingan Siap Dibentuk di Jatim
Rabu, 23 Februari 2011 | 09:33 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur La Nyalla Machmud Mattalitti membuktikan ancamannya untuk melawan PSSI pimpinan Ketua Umum Nurdin Halid. KONI Jatim akan merealisasikan pembentukan organisasi PSSI tandingan pada Rabu (23/2/2011).
"Deklarasi PSSI tandingan akan dilakukan di kantor PSSI Jatim di Surabaya pada Rabu. Ini salah satu bentuk perlawanan dan kekecewaan kami terhadap Nurdin Halid yang tidak mau mundur dari PSSI," kata La Nyalla kepada wartawan di Surabaya, Selasa (22/2/2011).
Ia mengatakan, pembentukan PSSI tandingan yang dipelopori Jatim tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan perubahan dan revolusi di tubuh PSSI agar menjadi lebih baik dari sekarang. "Jatim adalah salah satu barometer sepak bola nasional dan kami siap menjadi pelopor gerakan revolusi PSSI," kata Nyalla.
Sebelumnya Nyalla menyatakan kekecewaannya terhadap hasil verifikasi Komite Pemilihan bentukan PSSI yang meloloskan Nurdin Halid sebagai salah satu bakal calon ketua umum pada Kongres PSSI di Bali, 26 Maret 2011. Adapun nama George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang diusulkan sejumlah pengurus provinsi PSSI, justru tidak lolos verifikasi dengan alasan yang dianggap mengada-ada.
"Nurdin Halid sangat tidak layak untuk dicalonkan, apalagi dia mantan narapidana, yang menurut aturan seharusnya dilarang memimpin organisasi olahraga," kata Nyalla.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Jatim itu menegaskan, organisasi PSSI tandingan akan terus dijalankan selama George Toisutta atau Arifin Panigoro ditolak masuk dalam bursa calon ketua umum PSSI dan Nurdin Halid tidak digugurkan dari pencalonan.
Sementara itu puluhan suporter dan massa yang tergabung dalam Masyarakat Pencinta Bola Jatim kembali melanjutkan aksi demonstrasi di depan kantor PSSI Jatim di Surabaya untuk menolak Nurdin Halid. Selain menuntut Nurdin Halid mundur, mereka juga menyegel kantor PSSI Jatim sebagai bentuk kekesalan dan kekecewaan terhadap PSSI.
Sumber : ANT Editor: Laksono Hari W |
Kantor PSSI Dijaga Barracuda
Rabu, 23 Februari 2011 | 13:24 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor PSSI yang terletak di komplek Gelora Bung Karno mendapatkan penjagaan ketat, Rabu (23/2/2011). Puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di sekitar kantor organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu dengan kendaraan lapis baja Barracuda.
Pantauan Kompas.com, Barracuda tersebut terpakir di depan kantor PSSI. Penjagaan ketat ini tidak terlepas dari aksi unjuk rasa besar yang digelar oleh suporter yang menuntut Revolusi PSSI. Spanduk-spanduk yang menyuarakan kecaman terhadap kepimpinan Nurdin Halid terpampang di sekitar kantor GBK.
Spanduk bertuliskan "PSSI Sarang Koruptor" atau "Revolusi PSSI" terlihat terpampang di depan Kantor PSSI. Selain itu, para suporter juga mendirikan Posko yang dinamakan Posko Revolusi. Hingga berita ini diturunkan, para pengunjuk rasa secara bergelombang mendatangi Kantor PSSI.
Penulis: Ferril Dennys | Editor: A. Wisnubrata |
Demo PSSI, Polda Metro Siagakan 1.000 Personil
Rabu, 23 Februari 2011 | 13:46 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menegaskan komitmen mereka untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan kantor PSSI di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Meski belum menerima surat pemberitahuan dari penyelenggara aksi, aparat mempersiapkan 1.000 personil di sekitar lokasi.
"Polisi melakukan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat yang melakukan aksi dan tempat yang menjadi lokasi aksi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, Rabu (23/2/2011) di Jakarta.
Baharudin memperkirakan, akan ada banyak suporter sepakbola yang hadir dalam demonstrasi itu. Mereka berasal dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa. "Namun demikian, karena tidak ada pemberitahuan, kita sulit memprediksi berapa orang yang datang nanti," lanjut dia.
Menurut Baharudin, demonstrasi menuntut revolusi di tubuh organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu dinilai melibatkan peserta lintas provinsi. Sebab itu, izin aksi masyarakat disampaikan kepada Mabes Polri. "Kalau surat pemberitahuan sudah diberikan (kepada Polri), penjagaan tetap dilangsungkan oleh aparat Polda Metro Jaya," ujarnya.
"Diharapkan aksi suporter sepakbola di depan Kantor PSSI tidak mengganggu ketertiban umum dan aktivitas orang lain," ujar Baharudin.
Penulis: Adi Dwijayadi | Editor: A. Wisnubrata |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar