Senin, 28 Februari 2011

kongres pssi 130 - "Nurdin & Nugraha" Dilempari Telur Busuk

"Nurdin & Nugraha" Dilempari Telur Busuk
Senin, 28 Februari 2011 - 15:58 wib
Salman Mardira - Okezone

BANDA ACEH – Sejumlah supporter di Aceh kembali berunjukrasa mendesak revolusi total PSSI. Mereka melempari gambar Nurdin Halid dan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dengan telur busuk di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (28/2/2011).

Aksi supporter tergabung dalam Komunitas Cinta Bola Darussalam (KCBD) ini, dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pengurus PSSI sekarang yang dinilai tak becus mengurus sepakbola. Nurdin Halid dkk dinilai biang dari terpuruknya prestasi sepakbola Indonesia saat ini.

Kordinator aksi, Darlis Aziz mengatakan, pihaknya prihatin dengan kondisi sepakbola Indonesia sekarang, akibat tak profesionalnya pengurus PSSI. “Yang dibutuhkan sekarang hanya revolusi PSSI,” katanya.

Pihaknya mengecam keras sikap Nurdin Halid yang masih percaya diri mencalonkan lagi dirinya sebagai ketua Umum PSSI, padahal semua pecinta sepakbola di tanah air sudah mengecamnya.

Para supporter meminta agar pengurus PSSI sekarang sadar diri dan segera turun dari kekuasaan, karena sama sekali tak bisa diharapkan lagi oleh masyarakat. Demo mengecam Nurdin dkk sudah bermunculan di berbagai kota di Nusantara, sehingga dinilai sudah sepantasnya mereka menyerahkan amanah itu kepada orang lain yang lebih mampu.

Mereka mengusung sejumlah spanduk kecaman terhadap Nurdin Halid. Spanduk besar berisi gambar Nurdin dan Nugraha Besoes dibentang dan dilempari telur busuk oleh para pengunjukrasa. Kemudian dibakar. Aksi itu mengundang perhatian pengguna jalan dan dikawal ketat Kepolisian.
(hmr)
 
Demo Menentang Nurdin Terus Berlangsung
Mereka menuntut PSSI menurunkan Nurdin Halid dan menolak intervensi partai politik.
Jum'at, 25 Februari 2011, 16:15 WIB
Edwan Ruriansyah, Aries Setiawan
 
VIVAnews - Demonstrasi menentang Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, terus berlangsung, baik di Jakarta maupun beberapa daerah.
Di Bogor, tercatat puluhan suporter Boraholic, Viking Bogor, Kabomania, dan Perkesit berdemonstrasi di kawasan Tugu Kujang yang terletak di Jalan Pajajaran. Dalam aksinya, mereka meneriakkan jargon 'Revolusi PSSI'. Tak hanya itu, massa juga menuntut pembatalan Kongres PSSI pada Maret 2011.

Menurut Rendra, koordinator aksi dari Viking Bogor, mereka menuntut PSSI menurunkan Nurdin Halid, menolak penyelenggaraan kongres dan hasil Kongres PSSI, mempercepat keputusan Komite Banding PSSI, dan menolak intervensi partai politik.

Di Yogyakarta demo menentang Nurdin juga digelar. Puluhan suporter Persiba Bantul, yang lebih dikenal dengan Paserbumi, juga menggelar aksi unjuk rasa menolak Nurdin. Demonstrasi berlangsung di perempatan Klodran, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Bantul, DIY. Aksi ditandai dengan ritual tabur bunga pada sesosok mayat yang dibungkus kain kafan.

"Aksi ini murni inisiatif dari suporter Persiba Bantul dan tidak ada pihak yang menggerakkan," kata Lurah Paserbumi, Hanung Raharja.

Di depan kantor PSSI di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ratusan demonstran kubu penentang dan pendukung Nurdin saling berhadap-hadapan. 

Jumat siang ini, 25 Februari 2011, massa penentang Nurdin Halid melurug kantor PSSI. Demonstran yang tergabung dalam kelompok Bogor Raya Mania, Pasoepati Solo, Basoka, dan Paguyuban suporter Jawa Tengah tiba sekitar pukul 14.45 WIB. 

Mereka langsung merangsek ke depan kantor PSSI. Namun, polisi yang sudah bersiaga sejak tadi pagi menghalau massa untuk menghindari bentrokan dengan kelompok pendukung Nurdin.

Massa pendukung Nurdin menamakan diri Gerakan Muda Indonesia, Barisan Muda Indonesia, dan Masyarakat Pecinta Sepakbola Jawa Tengah. Dalam aksinya, Jumat, 25 Februari 2011, mereka mendesak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng untuk tidak mengintervensi PSSI. 

Sebelum menggelar aksi di kantor PSSI, demonstran yang didominasi anak-anak muda ini mendatangi kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga untuk meminta kembali kunci kantor PSSI. Sebelumnya, kunci ini diambil demonstran penentang Nurdin dan menyerahkannya kepada pejabat teras Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga. Permintaan mereka tak digubris. Pihak Kementerian menolak memberikan kunci kantor PSSI kepada mereka. (Laporan: Ronito Kartika Suryani, Ayatullah Humaeni, Juna Sanbawa)



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar