Diam Aremania Mengundang Tanya
Jum'at, 25 Februari 2011 - 02:12 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
MALANG - Ketika hampir semua supporter di Indonesia menyuarakan perubahan di tubuh PSSI dengan menghadang pencalonan kembali Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, belum ada suara lantang dari salah satu komunitas supporter terbesar, yakni Aremania.
Sejauh ini suara supporter Arema itu hilang entah ke mana. Padahal, biasanya untuk urusan sepakbola di tanah air, supporter berwarna biru itu getol melakukan dukungan. Termasuk setiap kali tim nasional (timnas) Indonesia bertanding.
Diam Aremania tersebut mendapat sindiran dari Ketua Umum Persema Malang Peni Suparto. Walikota Malang yang memimpin Persema berbelok ke Liga Primer Indonesia (LPI) ini mempertanyakan suara Aremania yang sama sekali belum terdengar.
“Ke mana Aremania, kok tidak terdengar suaranya,” tanya Peni. Pria ini heran dengan ketenangan Aremania dalam menyuarakan revolusi di tubuh PSSI. Bahkan ketika semua supporter bergerak ke Jakarta untuk melakukan aksi di Senayan, Aremania tetap tenang.
Dia sekaligus menyesalkan sepinya aksi dari salah satu komunitas supporter terbesar di Indonesia itu. Peni tak habis pikir dengan sikap diam Aremania, padahal dulunya Arema FC juga sering mendapat perlakuan tak adil dari PSSI sekaligus mengaku sebagai supporter pelopor revolusi sepakbola Indonesia.
Aremania sudah merasa mapan dengan kondisi yang ada? Peni enggan memberikan tudingan. Ia hanya berharap Aremania ikut peduli dengan kondisi persepakbolaan yang membutuhkan perubahan dan bisa diawali dengan penghapusan rezim Nurdin Halid.
Soal Nurdin sendiri, Peni menilai tak ada prestasi layak yang bisa mengamankan kursinya. Selama kepemimpinan Nurdin, sepakbola Indonesia banyak mengalami kemerosotan. Paling jelas adalah kualitas liga yang berimbas pada prestasi timnas.
Namun Peni tetap bersikap fair. Artinya, Nurdin Halid boleh tetap menduduki posisinya sekarang jika dibuktikan dengan prestasi. Sayang selama kepemimpinan dua periode, tidak ada prestasi yang pantas dibanggakan. “jadi memang saatnya ada perubahan,” cetusnya.
Supporter Persema sendiri turut ke Jakarta untuk melakukan aksi revolusi sepakbola Indonesia. Rombongan yang terdiri dari puluhan supporter dikawal langsung media officer Persema Asmuri dan bergabung dengan supporter lain yang lebih dulu ada di Jakarta.
Dari Bojonegoro, ratusan supporter Persibo Bojonegoro Boromania melakukan aksi demi di Bojonegoro. Mereka menuntut Nurdin Halid tidak mencalonkan lagi sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus perbaikan dalam sistem persepakbolaan Indonesia.
“Tuntutan kami adalah revolusi PSSI dan Nurdin Halid mundur dari Ketua Umum. Itu sudah harga mati,” tutur Ketua Harian Boromania Jasmo Priyanto. Ia yakin perbaikan sepakbola Indonesia hanya bisa dilakukan dengan perubahan kepengurusan di tubuh PSSI.
Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi di Jakarta. Setelah melakukan aksi di Senayan dan kembali ke Bojonegoro, mereka kembali melakukan aksi di Mess Persibo sekaligus di jalan-jalan protokol Bojonegoro. (acf)
Hilda Halid Sedih Nurdin Dihujat Rakyat
Jum'at, 25 Februari 2011 - 06:54 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone
DEPOK - Pascapenetapan tim verifikasi dalam kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 2011 yang meloloskan kembali nama calon incumbent Nurdin Halid, gelombang protes dan caci maki terhadap PSSI maupun terhadap Nurdin terus mengalir. Banyak supporter PSSI maupun masyarakat menginginkan revolusi di tubuh PSSI dengan mengganti kepemimpinan orang lain.
Menanggapi hal itu, sebagai salah satu putri Nurdin, Andi Nurhilda Daramata Asiah Nurdin Halid mengaku sedih dan terpukul atas pemberitaan negatif tentang ayahnya di hampir seluruh media. Hal itu disampaikan Hilda melalui kuasa hukumnya, Rahmat Harahap.
Secara psikologis sebagai anak sedih, kalau ayah kita didemo pasti sedih, keluarga berdoa pada tuhan jangan jadi efek psikologis pada pribadi keluarga, soal dukung ayahnya lagi atau tidak saya tak ingin komentar karena saya hanya kuasa hukum untuk mengklarifikasi pemberitaan soal surat terbuka, katanya dalam konferensi pers di Rafless Hill, Cibubur, semalam.
Hilda, kata Rahmat, berusaha bersabar dengan segala pemberitaan tentang ayahnya di media massa. Sebab, putri kader partai Golkar tersebut tengah dalam kondisi hamil muda.
Belum lagi pemberitaan, belum lagi adanya surat terbuka di blog media online yang diposting oleh orang yang fiktif, yakni Iwan Phurawinata, tentu terkejut, dan tengah bedrest sekarang, tandasnya.
Kongres PSSI menghasilkan dua nama yakni Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Sementara dua kandidat lain yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro dicoret oleh tim verifikasi. (acf)
Selain Polisi, Hilda Halid Juga Lapor ke Dewan Pers
Jum'at, 25 Februari 2011 - 07:56 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone
DEPOK - Andi Nurhilda Daramata Asiah Nurdin Halid membantah telah menulis dan mengirim surat terbuka melalui media internet terkait dukungan dan pembelaan terhadap ayahnya, Nurdin Halid, yang juga ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hilda merasa tidak pernah menulis hingga memposting surat terbuka tersebut hingga akhirnya tersebar di berbagai media massa.
Melalui kuasa hukumnya, Rahmat Harahap, Hilda menegaskan akan mengambil langkah hukum terkait hal tersebut. Menurutnya, hal itu merugikan ia dan keluarganya dan mengganggu ranah privasi.
Kami akan lapor ke Polda kalau sudah mengetahui identitas Iwan Phurawinata, orang yang memposting surat terbuka tersebut di blog online Kompasiana.com, karena kami sama sekali tidak mengenal siapa dia, karena itu kami berusaha melacak identitasnya, katanya dalam konferensi pers di Rafless Hill, Cibubur, semalam.
Tak hanya melapor ke polisi, Hilda juga berencana akan melaporkan sejumlah media ke dewan pers atas pemberitaan terkait blog tersebut yang tidak berimbang. Namun tentunya ia harus meneliti dan mengkaji setiap media yang memuat berita tersebut.
Kami akan lapor ke dewan pers, media harus seimbang, harus jelas sumbernya, karena zaman sekarang dunia informasi sangat terbuka ruang dan waktu juga wilayah dampak kemajuan IT, kami akan cek dulu media mana saja, tegas Rahmat.
Beberapa hari belakangan beredar surat terbuka Hilda Halid di internet terkait dukungan dan pembelaan terhadap Nurdin Halid seputar pencalonannya untuk kali ketiga menjabat sebagai orang nomor satu di PSSI. Surat tersebut diposting pertama kali tanggal 22 Februari lalu di kompasiana.com oleh seseorang yang bernama Iwan Phurawinata. (acf)
Data di Surat Terbuka Hilda Halid Tak Akurat
Jum'at, 25 Februari 2011 - 08:17 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone




Tidak ada komentar:
Posting Komentar