Minggu, 27 Februari 2011

kongres pssi - 63

Massa Minta Pemerintah Bekukan PSSI    
Kamis, 24 Februari 2011 - 14:35 wib
Muhayati Faridatun – Okezone
JAKARTA – Massa anti Nurdin Halid sudah diizinkan masuk ke halaman kantor Menegpora. Namun, massa yang terdiri dari Bonek Mania, suporter Persik Kediri dan Pastimania Ngawi ini hanya dibatasi sampai di lapangan depan Garha Pemuda Dan Olahraga.

Koordinator aksi, Sangab Surbakti berorasi dalam aksinya berorasi meminta pemerintah mengambil langkah tegas dalam permasalahan di sepakbola Indonesia ini.

"Kehadiran kawan-kawan dari daerah di sini untuk meminta adanya sebuah tindakan dari pemerintah, karena bila masyarakat yang mengambil keputusan akan menjadi pertumpahan darah. Jika pemerintah atau FIFA yang bertindak maka akan meminimalisir pertumpahan darah,” tegas Sangab.

"Kami berharap pemerintah dapat mengambil alih PSSI di ibukota dan selanjutnya aset-aset PSSI di daerah. Kami minta Menegpora, sesuai amanat Siskornas segera bekukan PSSI, lalu kemudian kami akan bergerak di daerah masing-masing untuk menguasi aset-aset PSSI,” lanjutnya.

"Kami juga sudah menggembok kantor PSSI, selanjutnya kunci akan kami serahkan pada Menegpora untuk mempertanggungjawabkannya. Jika tidak, kami akan bertindak tegas! Bila dalam 3x24 jam terhitung sejak hari ini, Menegpora tidak membekukan PSSI berarti beliau tidak mendengarkan kami. Untuk itu, kami minta perwakilan untuk menerima kunci gembok ini."

Selanjutnya, Sangab menyerahkan kunci segel ke perwakilan Kemenegpora, Prof. DR Djoko Pekik Irianto, M.Kes, yang menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

Sementara itu Joko Pekik berjanji akan mengakomodir amanat dan aspirasi dari massa, saat menerima kunci. "Kami terima kunci ini dan kami akan mengambil langkah yang terbaik berdasarkan aspirasi yang disuarakan seluruh pendukung sepakbola Indonesia." (zwr)
 

Demo PSSI, Nurdin Salahkan Pemerintah

Kamis, 24 Februari 2011 - 15:27 wib
JAKARTA - Demonstrasi anti-Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sudah memasuki hari kedua. Para demonstran akan terus melakukan aksi hingga Nurdin mengundurkan diri sebagai ketua umum.

Hingga kini belum satu pun petinggi PSSI yang bersedia menemui para demonstran. Petinggi PSSI juga belum memberikan sikap secara resmi terkait maraknya aksi demontrasi. Namun Nurdin menyalahkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemennegpora).

Reporter RCTI, Made Pasek Sudanta, Kamis (24/2/2011), yang berhasil menghubungi Nurdin, melaporkan maraknya demonstrasi menuntut perubahan di PSSI terjadi karena intervensi pemerintah melalui Kemennegpora yang sudah terlalu jauh. Untuk itu Nurdin meminta pihak-pihak menahan diri dan mengedepankan sportifitas.

Nurdin juga meminta PSSI tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa campur tangan pemerintah. Rencananya PSSI akan memberikan pernyataan resmi pekan depan.

Mengenai Kongres PSSI, yang agendanya juga memimilh ketua umum, Nurdin belum memutuskan maju atau tidak pada pemilihan di Bali, 26 Maret 2011. Dia mengaku hanya dicalonkan oleh pihak-pihak yang memiliki hak mencalonkan.
 
Keluarga Nurdin Halid Akan Somasi
Andi Mallarangeng
Kamis, 24 Februari 2011 - 16:12 wib
Andi Aisyah – Okezone
MAKASSAR - Keluarga Besar Nurdin Halid akan mensomasi Menegpora Andi Alfian Mallarangeng. Mereka menilai Alfian memprovokasi masyarakat untuk menurunkan Nurdin Halid. Hal itu diungkapkan adik Nurdin Halid, Kadir Halid.

Kadir menilai Alfian yang memprovokasi masyarakat untuk berunjuk rasa menurunkan Nurdin Halid. Menurutnya pernyataan Alfian di media massa tidak etis karena Alifian tidak menempatkan dirinya sebagai pihak pemerintah yang seharusnya netral.

“Saya baca di twitter dan nonton di televisi, Menpora mengajak masyarakat berunjuk rasa.’Silakan masyarakat berdemo di PSSI,’ itu kan sudah memprovokasi,” kata Kadir
yang juga ketua PSSI Sulsel di warkop Daeng Anas Jalan Pelita Raya, Makassar Kamis (24/2/2011) sore.

Menurut Kadir dia mendapatkan mandat dari keluarga besar untuk menyusun langkah-langkah somasi dan akan segera menunjuk tim penasihat hukum untuk mengajukan somasi ini. Dalam satu dua hari kedepan pernyataan somasi itu akan dibawa kepada Menpora.

“Kami menunjuk pengacara untuk somasi ini untuk sementara belum bisa diungkap. Tapi saya pribadi menyayangkan sikap presiden yang seolah-olah mendiamkan prilaku Mallarangeng. Presiden harusnya tegas melarang Mallarangeng memprovokasi masyarakat,” protesnya.

Kadir tidak menyalahkan jika ada pendukung Nurdin Halid yang turun ke jalan membela Nurdin Halid. Menurutnya Nurdin masih memiliki keluarga dan teman yang akan tetap membelanya dalam kondisi apapun. Dia juga menegaskan jika terjadi bentrok bukan salah mereka, yang bertanggung jawab adalah Alfian.

“Alfian itu selalu merasa dirinya hebat sampai-sampai berani memprovokasi masyarakat dia menyombongkan diri dan membuat orang-orang beramai-ramai ingin menjatuhkan Nurdin Halid,” papar Kadir. (fit)
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar