Minggu, 27 Februari 2011

kongres pssi - 76

Ical: Maju Terus Nurdin Halid!
Jum'at, 25 Februari 2011 - 17:40 wib
Muhammad Roqib - Koran SI
TUBAN – Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie mempersilakan Nurdin Halid maju mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI pada kongres PSSI di Bali mendatang. Namun, kata dia, Partai Golkar tidak akan ikut-ikutan dalam proses pencalonan di organisasi yang menaungi sepakbola itu.

“Silakan kalau Nurdin Halid maju dalam kongres PSSI itu,” ujar Abu Rizal Bakrie usai mengikuti kampanye pasangan Kristiawan – Haeny Relawati di Lapangan Soko, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Menurut Ical – sapaan Abu Rizal Bakrie – meskipun Nurdin Halid adalah kader Partai Golkar, namun soal pencalonan ketua umum PSSI adalah urusan pribadi, bukan urusan partai. Sehingga, kata dia, Partai Golkar hanya akan mempersilakan saja jika ada kadernya yang maju memimpin organisasi sepak bola itu.

Selain itu, kata Ical, sebaiknya pemerintah tidak usah ikut-ikutan atau mencampuri jalannya pemilihan pengurus PSSI tersebut. “Biarkan berjalan sesuai proses yang ada saja,” ujar Ical singkat.

Sebagaimana diketahui, Komite Pemilihan yang diketuai Syarif Bastaman meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie sebagai calon ketua umum PSSI pada 19 Februari 2011. Sedangkan, George Toisutta dan Arifin Panigoro gagal maju sebagai ketua umum karena tidak lolos verifikasi.

George Toisutta dan Arifin Panigoro sempat mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, Komite Banding pencalonan ketua umum PSSI akhirnya juga memutuskan menolak banding tersebut, sekaligus menolak keputusan komite pemilihan. (zwr)
 
Trio 'N' PSSI Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Jum'at, 25 Februari 2011 - 18:56 wib
Fahmi Firdaus – Okezone
JAKARTA - Indonesia Sport Watch (ISW) melaporkan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan D Bakrie, dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes ke Polda Metro Jaya.

Ketum ISW yang juga presiden LIRA Yusuf Rizal mengungkapkan ketiga orang tersebut telah memanipulasi statuta Badan Sepakbola Dunia (FIFA) untuk meloloskan Nurdin dan mencegah calon yang lainnya maju sebagai calon ketua umum PSSI.

Dia membahkan statuta FIFA dengan jelas menyatakan melarang narapidana menjabat ketua umum, namun faktanya PSSI memanipulasi statuta tersebut. “Di sini diubah oleh mereka. Kami melihat ada unsur manipulasi yang merugikan masyarakat bola dan dunia sehingga PSSI tidak bagus,” kata Yusuf Rizal di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

Ditambahkannya, ISW juga menduga terjadi praktek penyuapan kepada anggota FIFA. Menurut Yusuf, PSSI juga didukung Presiden AFC 2009, Mohamed bin Hammam karena dia membutuhkan dukungan dari Indonesia agar terus bertahan di AFC. “Maka dilakukan deal agar PSSI memberikan suara,” tudingnya.

Adanya deal politik itu membuat AFC harus menyetujui perubahan hasil manipulasi statuta FIFA sesuai dengan keinginan PSSI. Sinyalemen ini diperkuat oleh informasi yang diperoleh oleh Lira bahwa untuk menjinakkan FIFA, PSSI diduga melakukan suap sekitar Rp500 juta.

Lebih lanjut Yusuf menambahkan, sebelumnya FIFA gencar menyoroti tindak pidana yang dilakukan Nurdin Halid, namun kemudian sorotan itu redup dan FIFA tetap membiarkan PSSI dipimpin mantan napi.Selain melapor ke Polda, ISW juga berencana akan mendatangi KPK untuk melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Nurdin Halid. (fit)
 
PSSI Balikpapan Kritisi Tim Verifikasi
Jum'at, 25 Februari 2011 - 19:44 wib
Amir Sarifudin – Okezone
BALIKPAPAN – Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) perwakilan kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak ingin meniru daerah lain dalam menyikapi gonjang ganjing kepemimpinan Nurdin Halid. Namun Pengcab Balikpapan lebih mengkritisi persoalan itu berdasarkan aturan main.

Pengcab PSSI kota Balikpapan juga menyayangkan gagalnya Jenderal TNI AD George Toisutta dan Arifin Panigoro dalam proses verifikasi calon pemilihan Ketua Umum PSSI.
Ketua Pengcab yang juga Ketua Umum Persiba, Syahrir Taher menilai Komite Pemilihan PSSI dianggap tidak berhak menentukan siapapun figur yang hendak maju sebagai Ketua Umum pada konggres PSSI.

“Ada apa dengan PSSI ini? Komite Pemilihan tidak berhak menentukan siapa calon peserta Ketua Umum PSSI. Ini kewenangan klub klub yang nantinya ditentukan dalam konggres PSSI,”tandasnya, belum lama ini.

Syahrir meminta PSSI meninjau ulang keputusan pencekalan pencalonan tokoh pengusaha Arifin Panigoro dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI AD George Toisutta. Dia berpendapat keputusan pemilihan ketua umum PSSI diserahkan sepenuhnya pada klub klub di Indonesia.

“Biarkan saja mereka memilih seperti saat konggres PSSI,seperti kami ini nantinya baru bersikap saat mendengarkan visi misi masing masing calon,” ujarnya.

Syahrir juga mempertanyakan aturan PSSI yang menyebutkan bahwa calon ketua umum PSSI harus aktif selama 5 tahun mengurusi sepak bola.Menurutnya semua orang berhak mencalonkan diri dalam bursa ketua umum dengan tujuan memajukan dunia sepak bola negeri ini.

Kalaupun Nurdin Halid mendapatkan dukungan 81 klub, menurut Syahrir bukan jadi alasan mencekal pencalonan peserta lainnya. Dengan hanya terdapat 100 klub di Indonesia, katanya Nurdin Halid semestinya tidak mungkin terbendung lagi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

“Kami tidak mempermasalahkan siapapun yang memimpin PSSI. Tapi kami inginkan proses pemilihan yang demokratis di dalam kongres PSSI. Sudah ada demo menentang putusan ini dimana mana, PSSI harus tahu itu,” ujarnya.

Meski telah terjadi aksi massa atas persoalan ini disejumlah daerah, pengcab PSSI Balikpapan tidak akan turun ikut-ikutan menggelar aksi serupa. “Kita tidak seperti itu, kita tetap jaga situasi kota ini,” tandasnya. (zwr)
 






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar