Minggu, 27 Februari 2011

kongres pssi - 68

Aksi Cap Jempol Darah, Dukung Revolusi PSSI
Kamis, 24 Februari 2011 - 23:55 wib
Nugroho Setyabudi – Okezone
SEMARANG - Ada-ada saja cara yang dilakukan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung revolusi PSSI. Salah satu cara unik dilakukan warga Semarang yang melakukan aksi ‘cap jempol darah’ sebagai dukungan untuk menggulingkan rezim Nurdin Halid.

Aksi tersebut dilakukan ejumlah warga Wologito, Semarang, yang tergabung dalam Suporter Panser Biru Semarang Barat, Kamis (24/2/2011) malam. Aksi solidaritas anti Nurdin Halid mereka lakukan dengan cara cap jempol darah sebagai tanda rela mati untuk mendukung Revolusi di tubuh PSSI.

Ketua Panser Biru wilayah Semarang Barat, Samianto mengungkapkan, ia dan anggotanya bertekad untuk mendukung aksi anti Nurdin apapun yang terjadi."Bila perlu sampai mati mas, kami akan tetap dukung revolusi PSSI agar ada perubahan yang berarti. Cap jempol darah inilah salah satu bentuk dukungan mereka," ungkap Samianto.

Samianto bahkan berjanji untuk gagalkan kongres PSSI di Bali, 26 Maret mendatang, bila hanya akan meloloskan Nurdin atau anteknya sebagai ketua PSSI yang baru.

"Kami siap gagalkan kongres bila Nurdin nekad mencalonkan diri lagi sebagai ketua PSSI. Karena Nurdin sebagai ketua PSSI bukan memperjuangkan nasib persepakbolaan Indonesia, tapi hanya untuk kepentingan salah satu partai saja," tambah Samianto lagi.

Dalam aksi tersebut, anak Samianto dan dua temannya memakai topeng monyet dengan nama Nurdin dan pendukungnya tergantung di leher mereka. Menurut Samianto ini menggambarkan bahwa petinggi PSSI saat ini, beserta antek-anteknya berlagak bagaikan monyet.

"Mereka sebetulnya tidak bisa jadi pemimpin, tapi bergaya layaknya pimpinan saja," tegas Samianto.

Usai aksi mereka kemudian berdoa bersama-sama untuk memohon kepada Tuhan agar Nurdin Halid mau mengalah dan sadar akan tindakannya yang salah kaprah selama ini. (acf)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar