Minggu, 27 Februari 2011

kongres pssi - 72

Tolak Nurdin, Kantor PSSI Riau Disegel
Jum'at, 25 Februari 2011 - 12:55 wib
Banda Haruddin Tanjung - Okezone
PEKANBARU – Aksi penyegelan Kantor PSSI kembali terjadi. Setelah di kantor PSSI Jakarta, penyegelan dilakukan para supporter sepakbola di Riau, sebagai bentuk penolakan terhadap pencalonan Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI.

Aksi penyegalan Kantor PSSI di jalan Sutomo Jumat, (25/2/2011) dilakakukan ratusan Suporter Indonesia Pekanbaru yang terdiri aliansi sepak bola Askar Theking, Ultras, Hang Tuah, The Jakmania, LA Mania, Arema dan Persija Jakarta.

Aksi penyegelan kantor PSSI Riau yang sepi seperti tidak terawat itu dilakukan para pecinta bola dengan membubuhkan tulisan ‘Disegel’ dipintu bagian depan dan belakang dengan menggunakan cat semprot. Aksi penyegalan ini nyaris tidak ada penolakan, karena pengurus PSSI tidak ada yang ngantor.

“Kita akan terus menyuarakan agar Nurdin Halid mudur, PSSI Riau kita anggap antek-antek Nurdin,” teriak Indra salah satu peserta demo.

Selain berorasi, para pecinta bola ini juga membawa spanduk yang bertuliskan anti Nurdin. Keranda yang bertuliskan nama Nurdinpun mewarnai aksi turun ke jalan para penggemar bola itu.

Sebelum melakukan penyegelan, ratusan massa ini juga sempat berorasi di bundaran air mancur depan Kantor Walikikota Pekanbaru jalan Sudirman.

Dalam orasinya, mereka juga meminta dukungan kepada pengguna jalan untuk menolak Nurdin yang dianggap tidak punya rasa malu lagi karena mencalonkan diri lagi, padahal prestasi memajukan sepakbola nihil.

Aksi serupa untuk menolak Nurdin Halid kemarin juga dilakukan oleh Aliansi Pencinta Bola Riau (APBR) dengan mendemo Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau . (hmr)
 
Massa Nurdin Halid Buka 'Segel' PSSI
Jum'at, 25 Februari 2011 - 13:58 wib
Sebastianus Epifany – Okezone
JAKARTA – Polisi mulai kerja keras untuk menjaga aksi demo dari dua massa pro dan kontra Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang datang ke Kantor PSSI, Senayan. Untuk menghindari bentrokan, polisi memecah dua kelompok itu ke sisi yang berbeda.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hamidin mengatakan massa yang kontra terhadap Nurdin Halid ditempatkan di sisi Timur. Sedangkan massa pro-Nurdin Halid di bagian barat.

Berdasarkan pantauan okezone, massa pendukung Nurdin Halid tiba lebih dulu di depan kantor PSSI. Mereka sebelumnya berkumpul di antara pintu IX dan X kemudian bergerak ke depan kantor PSSI.

Massa yang mengatasnamakan Gerakan Muda Indonesia ini diberikan kesempatan oleh polisi untuk melakukan orasi di depan Kantor PSSI selama satu jam.

Dalam orasinya, massa yang diklaim berjumlah 500 orang ini mengecam intervensi Menpora dan suporter yang anti terhadap Nurdin Halid. Mereka juga memasang spanduk yang bertuliskan,

“Kami tidak rela PSSI diintervensi Menegpora. PSSI punya aturan sendiri, suporter atau menteri jangan intervensi”.

Massa juga mendesak Menegpora Andi Mallarangeng mundur dari jabatannya. “Tidak ada kata revolusi untuk PSSI, yang ada konstitusi atau statuta PSSI,” tegas orator.Massa juga membuka gerbang kantor sebagai simbol perlawanan kepada massa yang sebelumnya menyegel kantor PSSI.

Mereka sebelumnya mengaku mendatangi kantor Menegpora untuk meminta kunci gembok,yang kemarin diberikan oleh massa anti Nurdin untuk menyegel kantor PSSI.Namun pihak Menegpora tidak memberikannya karena gembok tersebut memang sudah dibuka.

Aksi yang dijaga 716 dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya ini masih berlangsung damai. Setelah puas membuka gerbang, massa pro Nurdin Halid kemudian meninggalkan Kantor PSSI. Sementara, massa anti Nurdin belum terlihat berdatangan ke lokasi. (fit)
 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar