Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 28

Terkait Kongres,
PSSI Harus Patuhi Statuta FIFA
Selasa, 22 Februari 2011 - 13:48 wib
Rejdo Prahananda – Okezone
JAKARTA – Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemennegpora) sejauh ini masih memberikan kesempatan kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia untuk mengkoreksi ulang hasil tim Komite Pemilihan yang hanya meloloskan dua nama calon Ketua Umum PSSI. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Olahraga Kemennegpora, Joko Pekik Irianto.

Dalam wawancara singkatanya kepada okezone Selasa (22/2/2011), Joko menjelaskan sejauh ini Kemennegpora hanya memberikan peringatan dan meminta PSSI mengoreksi keputusan yang telah diputuskan tim Komite Pemilihan.

“Kita baru mengoreksi dan memperingatkan PSSI. Kami memberikan kesempatan PSSI untuk mengikuti Statua Badan Sepakbola Dunia (FIFA), diantaranya tidak memperbolehkan calon Ketum yang tersangkut kasus hukum,” kata Joko menaruh harapan agar PSSI meluruskan statuta FIFA terutama pasal 32 ayat 4.

Lebih jauh, Joko menekankan Kemennegpora belum bisa mengambil tindakan apapun, termasuk mengintervensi PSSI terkait keputusan induk sepakbola di Tanah Air itu yang hanya mencantumkan dua nama calon Ketua Umum periode 2011-2015 mendatang.

“Kami masih berharap PSSI meluruskan keputusannya dan kami menunggu upaya banding,” tandas Joko yang belum bisa memberikan keterangan pasti apa langkah selanjutnya yang akan diambil Kemenngpora jika PSSI tidak menggrubris peringatan Kemennegpora yang telah disampaikan Menpora, Andi Mallarangeng, kemarin. (edo)
 
 
Sepakbola Solo juga Menolak Nurdin Halid
Selasa, 22 Februari 2011 - 13:54 wib
Septyantoro Aji Nugroho - SUN TV
SOLO - Masuknya nama Nurdin Halid sebagai calon Ketua Umum PSSI menimbulkan penolakan dari pencinta sepakbola. Salah satunya dilakukan oleh pecinta sepakbola Solo, Jawa Tengah.

Dalam aksinya, massa meminta Nurdin segera turun dan tidak memaksakan kepentingan pribadi dan kelompoknya untuk melanggengkan kekuasaan.

“Mengingat antusiasme warga Indonesia yang menginginkan prestasi bukan pemimpin yang korup,” teriak salah seorang orator, Selasa (22/2/2011).

Pada kesempatan yang sama, massa juga mengecam hasil verifikasi bakal calon ketua PSSI baru. Puluhan orang itu menilai dengan tidak dimasukkannya Goerge Toisutta dan Arifin panigoro, sebagai bentuk penghambatan perkembangan PSSI.

Padahal, massa menilai kedua orang tersebut dianggap mempunyai kredibilitas untuk memajukan persepakbolaan indonesia. “Namun kenapa justru tidak diloloskan,” teriak orator tersebut.

Atas hal tersebut, massa menyerukan PSSI harus mengakomodir semua calon ketua umumnya, karena mereka juga putra terbaik bangsa yang mempunyai kredibilitas.

Sementara itu, dalam pernyataan sikap massa menuntut tim verifikasi PSSI tidak diskriminasi, dan menolak kasus PSSI dibawa ke ranah politik yang nantinya akan merugikan bangsa sendiri.

Usai membacakan pernyataan sikap mereka membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini terlihat tidak dikawal ketat oleh polisi. (fmh)
 
Para Ibu Dukung Nurdin Halid Turun
Selasa, 22 Februari 2011 - 14:11 wib
Bagus Santosa - Okezone
JAKARTA - Boromania, Suporter Persibo, Bojonegoro, yang datang dengan menggunakan baju oranye ke Jakarta, Selasa (22/2/2011) tak hanya dikuasai kaum adam, terlihat juga para kaum ibu yang beraksi.

Salah satunya, Srimuryati dari Bojonegoro. Ia yang tinggal di kawasan stadion yang bernama Letjen Haji Sudirman, Campurrejo, Bojonegoro, kandang Persibo, Bojonegoro, ikut berteriak-teriak minta Nurdin turun.

Ia sengaja datang jauh-jauh dari Bojonegoro dan meninggalkan suami dan 3 anaknya di rumah. "Suami sama anak tigajaga warung di rumah," Ujar Srimuryati.

Saat disinggung kenapa tidak sang suami yang hadir ke Jakarta, dia menjawab sambil tersenyum. "Bapaknya gak mau soalnya mabok (perjalanan), jadi saya yang ke sini," ujarnya sambil tersipu malu.

Senada dengan Srimuryati, Sarpinah pendukung Persibo juga rela tinggalkan anaknya di rumah sendirian. Wanita yang sudah tak memiliki suami ini rela datang ke Jakarta untuk berharap agar Persibo tidak dianaktirikan.

"Persibo jangan dianaktirikan, selama ini Persibokan dianaktirikan." ujar perempuan berambut ikal ini.

Untuk anaknya yang ditinggal sendirian dirumah, dia juga sudah siapkan semua keperluannya, jadi dia sudah siap jika harus menginap di Jakarta. "Udah disangoni (dibekali), udah ada beras udah ada mie," ujar Sarpinah.

Mereka berdua yang cinta mati dengan Persibo siap dukung Turunnya Nurdin. "Dukung kemari dukung Nurdin Turun," alasan kedua ibu itu kompak. (fit)
 
 
Bobotoh Bersiap Serbu Kantor PSSI
Selasa, 22 Februari 2011 - 14:38 wib
Huyogo Simbolon - Koran SI
BANDUNG  – Puluhan pecinta sepak bola Indonesia asal Bandung akan menyerbu markas PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SGUBK) Senayan Jakarta, mulai besok. Mereka yang mayoritas merupakan bobotoh akan menunjukan kesetiakawanan bersama ratusan suporter se Tanah Air dalam aksi mengecam Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sekjen Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Nevi Efendie mengatakan sebanyak 45 orang yang mengatasnamakan bobotoh akan ikut tumpah ruah dalam mengecam Kongres PSSI. Kedatangan bobotoh dari sejumlah daerah ke SGUBK merupakan bentuk menanggapi karut-marutnya kongres PSSI.

“Semua yang berangkat berjumlah 45 orang mengatasnamakan bobotoh. Kita akan bergabung dengan bobotoh yang lain,” kata Nevi, Selasa (22/2/2011). Nevi mengaku sudah berkoordinasi dengan para pencinta sepakbola nasional untuk menggusur Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI.

Terkait jumlah bobotoh yang berangkat ke Jakarta, Nevi menuturkan, hal itu tidak lepas dari rasa ketakutan jika terjadi bentrokan. “Kita menghindari bentrokan saja. Tapi ini dilakukan atas nama pecinta sepakbola nasional, jadi tidak mungkin ada bentrokan,” terangnya.

Diketahui, aksi bertajuk Revolusi Merah Putih di GBK bertujuan untuk menurunkan sejumlah petinggi PSSI.  Ajakan tersebut beredar luas dalam beberapa hari terakhir lewat media pesan pendek, baik SMS maupun BlackBerry Messenger (BBM).

Berikut isi undangan tersebut. "Undangan Terbuka "REVOLUSI MERAH-PUTIH": Datang dengan kaos Timnas sepakbola Indonesia, kaos/polo-shirt/kemeja warna merah atau warna putih ke kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta mulai Selasa 22/2 sampai Nurdin Halid-Nirwan D. Bakrie-Nugraha Besus cs. turun dari kepemimpinan PSSI!".

Kendati demikian, kedatangan bobotoh ke GBK, lebih lanjut Nevi menuturkan, sebagai sikap persaudaraan antar suporter. “Mudah-mudahan jadi mempererat hubungan silaturahmi antar suporter,” jelasnya. Ditambahkan Nevi, bobotoh sendiri akan bergabung dalam aksi puncak yang dilangsungkan Rabu (23/2/2011). (fmh)

 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar