Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 23

Suporter Jatim
Siap Bergerak ke Jakarta
Senin, 21 Februari 2011 - 06:17 wib
SINDO
SURABAYA – Hasil verifikasi yang mencoret dua nama bakal calon ketua umum (ketum) PSSI, George Toisutta dan Arifin Panigoro, dapat respons keras.

Jawa Timur (Jatim) yang memiliki sejumlah “pemberontak” status quo PSSI siap bergerak. Saleh Ismail Mukadar, salah satu anggota tim sukses Toisutta dan Arifin, memiliki langkah lain di luar banding yang akan dilakukan mereka. Salah satu langkah itu, kata Saleh, adalah mengerahkan massa untuk menduduki kantor PSSI di Jakarta.

”Kami terpaksa menempuh jalur di luar prosedural. Sebab, hukum sudah diputarbalikkan oleh PSSI. Suporter dari Bali dan Surabaya sekarang (kemarin) sudah bersiap menduduki PSSI. Elemen suporter lain akan segera menyusul,” tandas Saleh, kemarin. Langkah menyerbu kantor PSSI ini didukung sepenuhnya Wakil Ketua Umum KONI Jatim La Nyala Matalitti.

Pria yang dikenal sebagai anti-Nurdin Halid ini bahkan melakukan seruan lebih keras. ”Saya minta warga Jawa Timur dan Indonesia untuk berangkat ke Jakarta dan ke tempat Kongres PSSI nanti. Kita harus bubarkan kongres buatan Nurdin dan revolusi PSSI harus dilakukan. Sepak bola bukan hanya milik kerajaannya Nurdin, “ cetusnya.

Seruan La Nyala ini disambut positif beberapa kelompok suporter. Dari Bangkalan, K-conkmania yang merupakan suporter klub Divisi II Perseba siap bergabung dengan suporter lain untuk menyerbu Jakarta. Perlu diketahui, pengurus Perseba salah satu klub amatir yang merilis soal suap mereka ke Ketua Badan Liga Indonesia Amatir (BLIA) Iwan Boedianto.

Namun, semua tuduhan mereka disangkal Iwan. Perseba juga memiliki hak suara dalam Kongres PSSI. ”Ke mana pun, kami akan berangkat demi untuk perubahan sepak bola Indonesia. Caracara kotor PSSI sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Koordinator Kconkmania Bangkalan, Yunus Mansyur Yasin. Tak hanya Bangkalan, dari Pasaruan, elemen suporter Persekabpas, Sakeramania, bahkan sudah siap memberangkatkan tiga bus untuk mendukung gerakan massa menduduki Kantor PSSI.

”Kami sudah melakukan koordinasi. Tinggal berangkatnya kita atur dengan suporter lain. Saya yakin mereka juga ikut mendukung, jika ingin sepak bola nasional tidak rusak,” tandas Pembina Sakeramania Bakar Aseggaf. (fit)
 
CEO Bintang Medan:
Pemerintah Harus Turun Tangan
Minggu, 20 Februari 2011 - 22:36 wib
Adela Eka Putra Marza - Okezone
MEDAN - Akhirnya, tim verifikasi calon Ketua Umum PSSI mengumumkan nama calon yang lulus verifikasi, Sabtu (19/2) malam. Hanya tersisa dua nama, yakni Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Sedangkan, dua bakal calon lainnya, George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lulus verifikasi.

Menanggapi hasil verifikasi tersebut, CEO Bintang Medan FC, salah satu klub Liga Primer Indonesia (LPI) 2011, mengaku kecewa. Menurutnya, permasalahan PSSI saat ini tetap saja tidak akan terselesaikan.

"Kalau itu yang terjadi, ya status quo lagi lah. Kondisinya yang seperti selama ini lagi yang akan berjalan. Sudah waktunya pemerintah yang harus turun tangan," ujar CEO Bintang Medan Dityo Pramono kepada Okezone, usai menyaksikan laga timnya melawan Jakarta 1928 FC di Stadion Teladan, Medan, Minggu (20/2) sore tadi.

Dituturkannya, seharusnya pemerintah tanggap dengan permasalahan yang dihadapi PSSI saat ini. Apalagi, banyak masyarakat yang meminta adanya perubahan di tubuh organisasi tertinggi sepakbola tanah air itu.

Sementara itu, menanggapi tidak lulusnya Arifin Panigoro yang merupakan penggagas LPI dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI, Dityo mempertanyakan alasan dari tim verifikasi yang dipimpin oleh Muhammad Zein itu.

"Tidak lulus verifikasi, itu verifikasi yang mana kan kita tidak tahu. Sampai sekarang tidak diumumkan apa sebab-sebabnya. Alasannya, menurut statuta PSSI. Tapi kita tidak tahu statuta yang mananya," tambah pria berambut putih itu.

Seharusnya, masih menurut Dityo, semua pihak yang terlibat mestinya mendahulukan kepentingan sepakbola nasional. Karena, jika statuta PSSI terus dijadikan alasan, sepakbola Indonesia tidak akan pernah berubah dan akan terus miskin prestasi.

"Apakah sepakbola kita akan terus seperti ini? Bagusnya pemerintah turun tangan, karena juga harus mendengar suara masyarakat," ujar Dityo lagi yang saat itu ditemani oleh Manajer PSMS Medan Idris.

Sementara itu, Idris sendiri menolak memberikan komentar terkait calon Ketua Umum PSSI yang diusulkan oleh PSMS Medan. "Saya no comment lah. Nanti saya bercerita, malah jadi korban. Soalnya, saya gak tahu apa-apa," jawab pria yang juga menjabat Sekretaris Umum PSMS Medan itu.

Menurut Idris, ia tidak ikut dalam menyerahkan surat suara usulan calon ke Jakarta beberapa waktu lalu. Ia malah menyarankan Okezone untuk mengkonfirmasinya kepada Ketua Bidang Teknik PSMS Medan Julius Raja.

"Coba tanya ke Pak Raja. Kemarin saya tidak ikut," tambahnya singkat. Hingga saat ini, Okezone sendiri belum bisa menghubungi Julius Raja yang juga merupakan mantan pemain andalan PSMS Medan di era 1990-an itu. (fit)
 
 
 
Aksi Tolak Nurdin,
KONI Jatim Dikepung Pendemo
Senin, 21 Februari 2011 - 13:24 wib
Nurul Arifin – Okezone
SURABAYA - Buntut dicoretnya George Toisutta dan Arifin Panigoro dari bursa pencalonan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), ternyata mematik reaksi keras dari sejumlah masyarakat pecinta sepakbola.

Di Jawa Timur, 50 massa yang mengatasnamakan diri Masyarakat Pecinta Sepakbola Jatim menggelar aksi demo di depan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim di Jalan Kertajaya, Surabaya. Mereka menuntut agar ada revolusi sepakbola di Indonesia. Pendemo juga menghujat Nurdin Halid yang dinilai melakukan konspirasi busuk untuk merampok uang negara.

Sambil membentangkan spanduk dan poster Pendemo juga menghujat Nurdin Halid. Tulisan poster dan spanduk tersebut adalah "TIM Kongres PSSI penuh rekayasa", "Kongres Penuh Manipulasi", "Koruptor haram jadi Ketua PSSI", "Segara bentuk PSSI tandingan".

Rudi Setiawan, salah satu pendemo menilai konggres PSSI sarat dengan manipulasi dan intrik-intrik busuk untuk menjadikan Nurdin CS menguasai PSSI. "Kami mendesak kepada KONI dan Pemerintah untuk mengambil langkah demi menyelamatkan sepakbola nasional," teriaknya, Senin (21/2/2011).

Selain itu, menyeru kepada seluruh club sepak bola untuk menghimpun kekuatan bersama untuk melahirkan revolusi sepakbola nasional. Kemudian mendesak kepada aparat hukum untuk mengusut tuntas Nurdin CS karena melakukan penyimpangan anggaran sepakbola nasional.

Terpilihnya Nurdin sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI melanggar Statuta FIFA pasal 32 ayat 4. "Nurdin adalah mantan Narapidana tidak layak menjadi Ketua PSSI. Hukumnya Haram," tegasnya. (zwr)
 
PSSI Lakukan Pelanggaran
Senin, 21 Februari 2011 - 14:50 wib
Septyantoro Aji Nugroho - SUN TV
SOLO - Tidak lolosnya dua bakal calon Ketua Umum ersatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Jenderal TNI AD George Toisutta dan Arifin Panigoro dalam verifikasi pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015 terus menuai kecaman.

Menurut Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Solo, FX Hadi Rudyatmo, PSSI telah melanggar aturan sehingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) harus segera melakukan intervensi.

“PSSI telah melakukan pelanggaran, KONI selaku induk organisasi olahraga harus ikut campur,” kata Rudy yang juga Ketua Umum Persis Solo tersebut di Balaikota Solo, Senin (21/2/2011).

Menurut Rudy, dalam melakukan verifikasi, seharusnya Komite PSSI harus netral dan tidak memihak kepada salah satu calon. Bahkan dalam aturan sudah dijelaskan, bahwa calon Ketua Umum PSSI tidak boleh tersangkut perkara hukum.

“Dalam aturan sudah jelas soal itu, sehingga dalam hal ini Komite PSSI telah melanggar aturan. Karena salah satu dari calon pernah tersangkut masalah hukum,” katanya.

Dari empat bakal calon Ketua Umum PSSI dua orang dinyatakan lolos yakni Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie, sementara Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro dinyatakan tidak lolos. Sementara itu disinggung mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum PSSI dalam kongres di Bali bulan Maret mendatang, Rudy mengatakan yang memiliki suara hanya klub dan bukan pengurus cabang (Pengcab).

“Ini jelas keliru, karena keberadaan klub itu yang membentuk Pengcab, tetapi justru Pengcab tidak punya suara dalam kongres tersebut,” katanya lagi.

Jika dalam kongres mendatang, kedua calon yakni Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie nekat mencalonkan diri, Rudy khawatir Pengcab di seluruh Indonesia akan membentuk PSSI tandingan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pengcab lain di Indonesia, tetapi untuk lebih lanjutnya kami masih menunggu hasil dari kongres di Bali mendatang. Arahnya nanti , Pengcab yang tidak sejalan dengan kubu Nurdin Halid nantinya akan membuat asosiasi lain, tetapi yang jelas tunggu saja nanti pasti ada reaksi keras untuk persoalan ini,” katanya lagi.

Disinggung mengenai kehadirannya dalam kongres mendatang, Rudy mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima undangan dari PSSI. Menurutnya jika kehadirannya hanya sebagai peninjau akibat dari pembekuan PSSI Solo , dirinya tidak akan hadir dalam kongres tersebut. Apalagi sebagai Pengcab tidak memiliki hak suara dalam pemilihan Ketua Umum PSSI. (zwr)
 
 
 

 
 

 


 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar