Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 22

Persik Berharap Hasil Banding George
Minggu, 20 Februari 2011 - 17:28 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
KEDIRI – Persik Kediri sangat kecewa dengan gagalnya George Toisutta dalam verifikasi pencalonan Ketua Umum PSSI. Tim berharap George dapat lolos lewat banding.

Kendati demikian, Persik tidak begitu saja pasrah pada kenyataan. Melalui Sekretaris Tim Barnadi, Persik tetap menunggu proses banding yang bakal dilayangkan kubu George. Diharapkan upaya banding itu bisa mengembalikan sang jenderal ke jalur pencalonan.

“Hingga saat ini Persik belum memutuskan pindah dukungan. Kita tetap mendukung Pak George (Toisutta). Kami sangat kecewa dengan hasil verifikasi, tapi kami tetap menunggu hasil banding yang dilayangkan tim pemenang Pak George,” ungkap Barnadi.

Terkait persyaratan calon dan proses verifikasi, Barnai enggan mengulas lebih jauh. Yang pasti, dirinya berharap banding nanti sesuai harapan Persik dan meminta tim verifikasi mau berbaik hati meloloskan George demi perbaikan sepakbola Indonesia.

Persik secara terang-terangan memang mendukung George yang dianggap figur ideal pembawa perubahan di tubuh PSSI. Selain tegas dalam mengambil keputusan, George juga dianggap paham sepakbola karena juga terlibat dalam persepakbolaan di lingkungan militer.

Disinggung soal dua nama yang lolos, Nurdin Halid dan Nirwan Bakri, pihaknya juga enggan berujar. Barnadi hanya memastikan dukungan Persik sudah bulat untuk George dan sejauh ini tidak ada yang bisa mengubahnya, kendati tidak diloloskan dalam verifikasi. (hmr)
 
Calon Ketum PSSI Lawas,
Persema Kecewa
Minggu, 20 Februari 2011 - 20:03 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
MALANG – Calon Ketua Umum PSSI hanya tersisa Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. Praktis, ini membuat Persema Malang kecewa.

Padahal, menurut tim Laskar Ken Arok ini, sekaranglah waktunya untuk memperbaiki sepakbola Indonesia yang tentunya juga diawali dengan kepemimpinan tokoh yang masih fresh. Sayang, harapan musnah setelah George Toisutta dan Arifin Panigoro gagal lolos verifikasi.

“Mungkin banyak yang kecewa karena yang muncul adalah tokoh lama. Sebenarnya kita menginginkan tokoh baru yang muncul. Dengan adanya tokoh baru, diharapkan ada perubahan sekaligus perkembangan yang lebih baik di persepakbolaan tanah air,” ujar Media Officer Persema Asmuri.

Kendati tak menyebut siapa tokoh yang didukungnya, Persema sangat antusias dengan perubahan iklim sepakbola di Indonesia. Kekecewaan Laskar Ken Arok terhadap sistem di sepakbola nasional dilampiaskan dengan berbelok ke Liga Primer Indonesia (LPI), yang dikomandani salah satu bakal calon yang tak lolos yakni Arifin Panigoro.

“Keikutsertaan Persema di LPI kan juga disebabkan tidak bagusnya iklim kompetisi. Jelas sekali kalau Persema ingin ada perbaikan. Saya rasa perubahan secara maksimal hanya bisa digulirkan oleh sosok baru yang mengusung pola baru,” tandasnya.

Kekecewaan lolosnya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie juga diutarakan Indonesia Corruption Watch (ICW). Melalui rilis yang dikirim ke media, ICW dan sejumlah kelompok supporter bakal mendesak Menegpora, Kapolda Bali sekaligus pihak istana untuk tidak memberikan izin kongres PSSI di Bali.

“ICW dan para supporter menolak dengan tegas pencalonan kembali Nurdin Halid dan kandidat lain yang berlatar belakang aktivis partai politik. Mereka dengan jelas merepresentasikan kekuasaan serta kepentingan bisnis semata,” kata Peneliti Korupsi Politik ICW Apung Widadi.

Pihaknya juga meminta dengan tegas kepada tim verifikasi calon ketua umum PSSI untuk menjabarkan secara terbuka jejak rekam para calon. Sebagai calon yang pernah berurusan dengan hukum, Nurdin dianggap sebagai contoh buruk bagi masyarakat. (hmr)
 
PSSI Depok
Kecewa George Dicoret
Senin, 21 Februari 2011 - 10:01 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
DEPOK – George Toisutta tidak lolos menjadi bakal calon ketua umum PSSI yang baru. Praktis, ini membuat PSSI Cabang Kota Depok kecewa.

Sekretaris Umum PSSI Cabang Kota Depok Rahmat Hidayat, mengaku kecewa mengamatai proses pemilihan di dalam kongres PSSI tersebut. Apalagi, hingga kini alasan pencoretan KSAD Jendral TNI George Toisutta masih belum jelas.

“Tanggapan Depok tentu kecewa. Jangan dipotong di tengah jalan seperti itu dong, biarin saja berjalan dulu, alasannya apa, masih tertutup, no comment dulu deh, alasannya transparan dulu baru bisa komentar,” katanya kepada
Okezone.

Padahal, kata Rahmat, ia menginginkan sosok pemimpin yang baru yang dapat membawa perubahan di dalam tubuh PSSI. Nurdin Khalid, kata Rahmat, tak kunjung membawa perubahan ataupun prestasi bagi PSSI.

“Intinya kami ingin reformasi, ingin ada perubahan, Persikad Depok saja tidak diperhatikan oleh PSSI, kami kecewa mengapa George dan Arifin sudah dicoret sebelum bertanding,” tegasnya.

Sebelumnya tim verifikasi hanya meloloskan dua nama sebagai calon Ketum PSSI yaitu Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie. Terkait pencoretan nama tersebut, George bahkan akan mengajukan banding. (hmr)
 
 
Rezim Nurdin = Rezim Mubarak
Senin, 21 Februari 2011 - 09:51 wib
Marieska Harya Virdhani - Okezone
DEPOK – Pesta demokrasi yang dilakukan oleh PSSI dinilai banyak kalangan sebagai pemilihan semu. Sebab, kongres PSSI ditengarai banyak dicampuri oleh kroni–kroni Nurdin Khalid.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Umum PSSI Cabang Kota Depok Rahmat Hidayat. Bahkan, Rahmat menganalogikan rezim Nurdin seperti rezim Hosni Mubarak yang sudah memimpin hingga berkali – kali.

“Presiden saja terbatas, cuma dua periode memimpin, nanti Nurdin bisa seumur hidup seperti Mubarak berkuasa,” cetusnya kepada Okezone.

Rahmat menduga kongres PSSI saat ini penuh dengan campur tangan kroni – kroni Nurdin Khalid. Hal itu terlihat dari kekuasaan Nurdin di dalam tim verifikasi pemilihan ketua umum.

“Kalau George kalahnya di dalam pemilihan akan lebih elegan, ada kekhawatiran berlebihan dari Nurdin, George dianggap pesaing hebat masuk hitungan,” lanjut Rahmat.

Bahkan, Rahmat menuding ada permainan dibalik pencoretan George. “Rezim Nurdin mainkan ini, kami duga ada campur tangan Nurdin. Tim verifikasi kan seolah KPU yang menetapkan menjadi calon, kental sekali,” tegasnya.

PSSI Depok masih berharap George Toisutta memilik peluang dalam pencalonan Ketua Umum PSSI yang baru. Sebab belakangan George pun berniat mengajukan banding. (hmr)
 
 

 


 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar