Jumat, 25 Februari 2011

kongres pssi - 11

PSSI Jabar Isyaratkan Dukung Toisutta
Senin, 7 Februari 2011 - 17:35 wib
Huyogo Simbolon - Koran SI
BANDUNG - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat belum menentukan calon Ketua Umum PSSI yang akan diusung dalam kongres di Pulau Bintan pada 19 Maret nanti. Tiga calon ketum yang kini mengikuti verifikasi dinilai layak untuk menjadi ketua umum PSSI periode 2011-2015.

"Ketiganya sangat layak. Kami masih punya waktu untuk menentukan pilihan," kata Ketua Umum PSSI Jawa Barat Toni Apriliani, Senin (7/2/2011).

PSSI Jawa Barat, kata Toni, akan menggelar rapat kerja daerah (rakerda) untuk menentukan sikap pendukungan ketua umum PSSI. Rakerda rencananya akan digelar pada tanggal akhir Febuari.

Menurutnya, untuk menentukan sikap siapa yang akan didukung oleh PSSI Jabar menjadi ketua umum, pihaknya akan menggelar rakerda. Dalam rakerda itu sebanyak 26 pengcab PSSI kab/kota se-Jabar akan dilibatkan berikut klub-klub.

Tiga calon PSSI yang sudah terdaftar, yakni pertama Nurdin Halid, KSAD Jendral George Toisuta, dan pengusaha Nirwan Bakrie.

“Nurdin dan Nirwan sudah mendarah daging di PSSI. Sedangkan George Toisutta adalah orang yang aktif di olah raga dari kalangan TNI. Khusus George, saya sempat dekat dengan dia di tahun 2005 saat beliau bekerja di Pangdam III Siliwangi,” bebernya.

Toni menambahkan, konsep Nurdin dan Nirwan sudah bisa dikenali karena sudah pernah menjadi pengurus PSSI. Mereka, kata Toni, membuat konsep yang sudah dilaksanakan seperti fokus pada pembinaan pemain muda. Sedangkan George masih belum dikenali konsep sehingga masih ditunggu apakah yang bersangkutan akan menjelaskan konsepnya.

Dalam rakerda tersebut, pihaknya akan mengundang tiga calon untuk menjelaskan konsep yang menentukan arah PSSI kedepan. “Kita akan memberikan masukan pada Rakerda nanti, selain juga membahas agenda organisasi. Yang dibahas adalah penguatan di tubuh PSSI,” tuntasnya. (acf)
 
KONI Jatim Tantang Nurdin Halid
Selasa, 8 Februari 2011 - 03:22 wib
SINDO
SURABAYA – Genderang perang ditabuh La Nyalla Mattalitti. Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur (Jatim) ini menyatakan siap melawan Nurdin Halid.

Sebab, ketua umum PSSI ini dianggapnya menghambat agenda pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PSSI Jatim. ”Saya akan melawan Nurdin, termasuk orang-orangnya, jika tidak segera menggelar Musprovlub sebelum kongres PSSI,” katanya. Ancaman Nyalla tidak hanya gertak sambal. Terbukti, PSSI Jatim di bawah Plt Vigit Waluyo yang selama ini menempati Kantor Pemuda Pancasila di Jalan Kertajaya, Surabaya, diusir kemarin pagi.

”Belum sempat kami datang, pengurus PSSI Jatim sudah membawa semua barangnya keluar jam tiga dini hari. Ini menjadi pelajaran bagi yang ingin mengkhianati Jatim,” tandas Nyalla. Selain mengusir pengurus PSSI Jatim dari kantornya, Nyalla juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim untuk kembali menuntaskan kasus dugaan korupsi Haruna Sumitro.

Haruna adalah mantan ketua Pengprov PSSI Jatim yang sudah mengundurkan diri. ”Mumpung kepala Kejati-nya baru, kami akan minta korupsi Haruna segera diproses. Dia kaki tangan Nurdin, meski sudah mundur, masih ikut-ikutan merusak sepak bola Jatim,” lanjutnya. Nyala menambahkan, agenda Musprovlub harus digelar paling lambat akhir Februari ini. Alasannya, selain agar persiapan sepak bola Jatim di PON tidak terganggu, juga menjaga harga diri Jatim dalam Kongres PSSI di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret mendatang.

”Masa di kongres nanti Jatim tidak punya ketua umum definitif, itu sama saja menginjak harga diri kami. Masa kami mau dibilang tidak punya ketua, karena ketuanya koruptor dan sudah mundur,” tandas Nyalla. Bahkan, jika PSSI tidak segera menggelar Musprovlub, dia siap menggalang kekuatan untuk melawan Nurdin. ”Jatim punya 17 suara, saya minta untuk tidak mendukung Nurdin dalam kongres nanti. Cari calon lain yang bisa membersihkan sepak bola dari tangan kotor,” tandasnya.

Pernyataan Nyalla ini dibuat seusai bertemu dengan Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam, kemarin. Kabarnya, Andi datang untuk merayu Nyalla agar tidak terlalu vokal dan menyetujui Musprovlub digelar setelah Kongres PSSI. Alasannya, jika Musprovlub digelar pada Kamis (17/2/2011), tidak sesuai dengan Statuta. Namun, rayuan ini ditolak Nyalla. ”Yang pasti harus Februari. Saya tidak peduli siapa ketua yang terpilih nanti, pasti saya dukung,” ujar Nyalla.

Sementara itu, Andi membantah jika kedatangannya ke rumah Nyalla sebagi utusan PSSI. ”Ini cuma silaturahmi dengan Nyalla, dia adik saya. Saya tidak punya kewenangan untuk menjawab, saya bukan Exco (komite eksekutif). Saya hanya berikan sumbang saran untuk adik saya. Selesaikan semuanya baik-baik,” ujar Andi, mengelak. (hmr)
 
PSSI Sumsel Minta Keterbukaan
Selasa, 8 Februari 2011 - 22:00 wib
Arpan Rachman - Okezone



PALEMBANG – Kongres PSSI di Bintan, 19 Maret mendatang, diagendakan untuk memilih Ketua Umum PSSI yang baru. Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumatra Selatan (Sumsel) menyatakan kembali mendukung Nurdin Halid untuk menduduki tampuk ketua umum PSSI.

Namun otoritas sepakbola nasional dikehendaki untuk lebih memiliki keterbukaan, baik kepada anggotanya maupun terhadap masyarakat. Dalam performanya, kesan PSSI sesungguhnya milik masyarakat Indonesia tetapi hanya dikuasai sekelompok anggota dan golongan.

Ketua Pengprov PSSI Sumsel yang juga mantan manajer klub Sriwijaya FC saat menyabet tiga trofi (2 kali Piala Indonesia 2007-2008 dan Liga Indonesia 2007) mengutarakan pendapat tentang kondisi sepakbola nasional.

“Hendaknya demokrasi di dalam sepakbola ini berjalan, hingga dirasakan akan lebih nyaman dan berkembang,” ujar HMC Baryadi kepada okezone, Selasa (8/2/2011).

Dia juga menyambut baik langkah George Toisutta maju sebagai calon ketua umum PSSI. Menurutnya KSAD telah memenuhi syarat yang diperlukan.

“Persyaratan pokoknya sudah dipenuhi beliau, yakni pernah mengelola sepakbola sebagai pengurus serta dicalonkan oleh anggota PSSI namun beliau belum menyampaikan visi dan misinya,” katanya.

Baryadi membenarkan saat Kongres PSSI lalu, Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumsel mendukung ketua umum PSSI Nurdin Halid untuk kembali mencalonkan diri.

“Saat Kongres PSSI di Bali lalu, tidak ada nama lain yang menyatakan maju untuk mencalonkan diri selain Nurdin Halid. Pengprov PSSI Sumsel baru mendukung saja tapi belum tentu memilih,” tukas Baryadi yang merasa optimistis PSSI dapat direformasi secara terbuka.

Diketahui dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, publik mendapat kesulitan mengakses apa yang terjadi. Kemufakatan dalam forum amat tertutup rapat. (fit)

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar