Jumat, 25 Februari 2011

kongres pssi - 10

Tim Verifikasi Janji
Bekerja Komprehensif
Minggu, 6 Februari 2011 - 20:01 wib
Rejdo Prahananda - Okezone
JAKARTA – Juru bicara tim Verikasi, sekaligus pengacara kawakan Gusti Randa berjanji, pihaknya akan bekerja komprehensif saat memeriksa ulang berkas ketiga bakal calon Ketua Umum PSSI  yang hasilnya akan diumumkan pada 14 Februari mendatang.

Saat ditemui wartawan seusai menghadiri konferensi pers penyerahan berkas verifikasi, Minggu (6/2/2011), Gusti menjelaskan timnya akan bekerja sesuai dengan regulasi dan pertimbangan, termasuk melihat statuta PSSI

“Kami baru saja menerima berkas bakal calon. Kami akan memeriksanya dengan komprehensif dan kami akan melihat semua persyaratannya termasuk statuta,” ujar Gusti kepada sejumlah wartawan yang menyebut akan mempertimbangkan semua keputusan dari bahan masukan.

Sementara itu, tim Verikasi juga melihat beberapa ketentuan lainnya dan berbagai pertimbangan untuk meloloskan bakal calon tersebut ke Kongres Pemilihan Ketua Umum.
Tetapi tetap fair dalam memeriksa setiap berkas yang diterima tim Verifikasi

“Syaratnya adminstrasi dan aturan yang terdapat ada dalam statuta. Mengenai materi verifikasi, kami akan melakukannya se-fair mungkin hingga 14 Februari mendatang,” ikrar Gusti, tim Verifikasi akan melakukan tugasnya dengan komprehensif sebelum diserahkan kepada Komite Eksekutif PSSI. (fmh)
Tanda Tanya Pencoretan Limbong
dari Tim Verifikasi
Senin, 7 Februari 2011 - 07:37 wib
SINDO
JAKARTA – PSSI mengubah komposisi tim verifikasi bursa bakal calon ketua umum (ketum), wakil ketum, dan anggota komite eksekutif (Exco).

Semua terkait pencoretan nama salah satu anggota tim verifikasi. Keputusan yang terkesan diambil mendadak ini diperkirakan terkait aspek politik dukungan. Kini komposisi anggota tim verifikasi mengalami perubahan mendadak. Nama Bernhard Limbong dicoret, kemudian statusnya digantikan oleh Togar Manahan Nero.

Komposisi tim verifikasi sekarang terdiri atas M Zein (ketua), Hinca Panjaitan (wakil ketua), Nugraha Besoes (Sekretaris), sebagai juru bicara adalah Gusti Randa. Anggota tim verifikasi terdiri atas Arteria Dahlan, Trimedia Panjaitan, Togar, Syarifudin Sunding. Limbong mengungkapkan, dirinya belum mendapatkan konfirmasi tentang pencoretan tersebut sampai kemarin sore.

”Saya tidak tahu-menahu soal pergantian itu.Tapi, nama saya sejak awal masuk sebagai anggota tim verifikasi. Saya belum mendapatkan konfirmasi dari PSSI tentang alasan pencoretannya,” kata Limbong.

Suhu politik di lingkungan PSSI makin menghangat jelang pengumuman nama bakal calon ketua umum. Limbong saat ini berstatus anggota Exco PSSI sebelumnya cukup loyal terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Namun, peta tampaknya berubah saat nama George Toisutta yang merupakan pemimpin di Angkatan Darat (AD) dan atasan Limbong masuk bursa bakal calon ketum. Terbentur struktur garis komando, otomatis membuat Limbong berdiri di belakang Toisutta.Hanya, Limbong menambahkan, dirinya tidak mau berspekulasi atas wacana yang berkembang.

”Semua bisa diartikan sendiri. Saya tidak mau berandai-andai. Tapi yang jelas, penunjukan Togar tidaklah tepat,” lanjutnya. Tim verifikasi pada awalnya disepakati oleh profesional di luar lingkungan PSSI. Beberapa nama tim verifikasi yang berstatus independen, di antaranya Trimedia Panjaitan dan Syarifudin Sunding. Limbong juga mengatakan, status Togar merupakan anggota Exco aktif PSSI. ”Saya tidak mengerti dengan sikap PSSI.

Pada awalnya disepakati bahwa anggota tim verifikasi harus independen atau di luar PSSI. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian kontrol dari publik. Namun, kenyataannya begini. Seharusnya jangan Togar yang duduk di situ,” tandas Limbong.

Sementara itu, ketua tim verifikasi juga tidak tahu-menahu perubahan anggotanya. Sebab, tim verifikasi sudah menerima nama jadi dari sekjen PSSI. Saat dikonfirmasi, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan bahwa nama Limbong sejak awal tidak masuk sebagai anggota tim verifikasi. ”Tidak ada nama Pak Limbong dalam tim verifikasi. Makanya, itu bukan masalah besar. Penunjukan Togar juga sudah sesuai ketentuan sebelumnya. Yang jelas, tidak ada perubahan nama,” tandasnya. (fit)
 
 
 
Dari Skenario Musprovlub
hingga Menghalalkan Segala Cara
Senin, 7 Februari 2011 - 07:55 wib
SINDO
SURABAYA – Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) belum mau bersuara. Mereka masih bungkam menjelang pelaksanaan Kongres PSSI di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret mendatang.

Belum adanya kejelasan dari Pengprov Jatim akibat masih ruwetnya agenda Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Padahal, agenda itu sejatinya akan mendapatkan ketua umum PSSI Jatim yang baru, pascamundurnya Haruna Sumitro. PSSI Jatim kini dipimpin sementara oleh Vigit Waluyo yang ditunjuk sebagai pejabat sementara hingga akhir Februari ini. Sayang, hingga mendekati berakhirnya masa jabatan Vigit, agenda Musprovlub PSSI Jatim belum juga mendapatkan titik terang.

Vigit bahkan enggan berkomentar terlalu jauh terkait mau dibawa ke mana suara Pengprov Jatim dalam kongres tersebut. ’’Saya tidak punya hak bicara kongres karena cuma ketua sementara. Sampai saat ini kami masih menunggu surat balasan dari PSSI untuk menentukan kapan Musprovlub bisa digelar. Secara pribadi, saya ingin secepatnya,” ujar Vigit.

Belum adanya kepastian menggelar Musprovlub membuat rumor miring berkembang. Beberapa anggota Pengcab PSSI Jatim bahkan sempat menuding jika Musprovlub sengaja diundur hingga pelaksanaan Kongres PSSI. Skenario itu mereka munculkan dengan target memperpanjang masa jabatan Vigit sebagai pejabat sementara. Dengan catatan, suara Jatim akan tetap mendukung Nurdin Halid. Kendati demikian, Vigit menepis rumor yang belum jelas tersebut.

’’Bukan kapasitas saya dukung-mendukung. Belum tentu juga jabatan saya akan diperpanjang karena alasan tersebut,” ujar Vigit, membantah.

Sementara itu, sumber dalam PSSI Jatim yang enggan disebut namanya mengaku Musprovlub tak mungkin digelar. Apalagi, jika calon ketum-nya tak sesuai dengan selera PSSI. ’’Logikanya, PSSI pasti akan tanya siapa calon ketua umum PSSI Jatim.Kalau tidak sesuai, tidak mungkin diizinkan,” ujarnya.

Sementara Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror sempat kedatangan tamu dari Pengurus Cabang (Pengcab) Jatim. Mereka mendesak PSSI Jatim menggelar Musprovlub. Sayang, induk organisasi olahraga tertinggi di Jatim ini tidak dapat berbuat banyak. “Saya hanya berharap suara Jatim di kongres nanti tetap satu. Jatim sendiri masih memiliki suara terbanyak dibandingkan daerah lain,” ujar Dhimam.

Sayang, harapan itu kemungkinan kabur mengingat belum adanya penunjukan ketum PSSI Jatim. Suara Jatim diprediksi terpecahpecah, yakni mendukung Nurdin Halid atau George Toisutta. Ketum Pengcab PSSI Bojonegoro Taufiq Risnandar misalnya. Pihaknya akan mengubah haluan dengan memilih Toisutta dalam kongres tersebut.

’’Pengcab PSSI Bojonegoro mendukung perubahan dengan memilih Bapak George,” tandasnya. Namun dalam Kongres PSSI, Pengcab tidak punya hak suara dan hanya bisa menyalurkan lewat suara Pengprov PSSI Jatim yang sampai saat ini belum jelas ketua definitifnya.

Dari total 100 suara yang ada di kongres nanti, Jatim memiliki 17 suara yang terbagi menjadi Pengprov (1), Liga Super, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II (10 klub/suara), dan Divisi III (6 klub/suara).

Sementara Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar menyatakan, kongres nanti diprediksi akan dicampuri oleh permainan kotor. Dia meragukan kongres akan berjalan objektif sesuai keinginan masyarakat Indonesia, khususnya Jatim yang mengharapkan perubahan. Saleh mengaku mencium gelagat buruk untuk memuluskan ambisi Nurdin kembali memangku jabatan Ketum PSSI periode 2011–2015.

’’Saat kongres di Bali, Nurdin sudah berusaha menggalang dukungan. Itu artinya memang sudah ada upaya membendung calon lain yang akan menjadi pesaingnya. Jadi, memang tidak mudah bagi calon yang akan melawannya,” ujar Saleh.

Saleh yang ditolak memasuki ruang kongres di Bali mengklaim, Nurdin dkk telah melakukan banyak pelanggaran dan bahkan penipuan. Tujuannya untuk mengamankan rezim yang selama ini sulit digoyahkan pihak lain. Tak heran jika nantinya dukungan ke Nurdin Halid tetap mendominasi karena di PSSI sendiri tak ubahnya sebuah lingkaran. Pihak di luar lingkaran bakal sulit menjangkau alias menerobos masuk. Bahkan, pelaksanaan kongres di Bintan merupakan salah satu siasat mereka.

Selain itu, dia menemui sejumlah pelanggaran yang dilakukan PSSI di Bali seperti pemecatan tiga klub ISL yang berbelok ke LPI, sekaligus tidak diperbolehkannya perwakilan tersebut datang ke kongres. Saleh pun menyatakan, acara tersebut tak pantas disebut sebuah kongres.

’’Itu acara mencari dukungan, bukan kongres,” tandas anggota DPRD Jatim ini. Kendati mengaku posisi Nurdin masih cukup kuat, Saleh optimistis ada calon yang bisa meruntuhkannya, terutama dari mereka yang menggulirkan perlawanan kepada rezim Nurdin.

Menurut dia, munculnya Toisutta menjadi sinyal bagus untuk perubahan PSSI. Namun, langkah George tak ringan karena Nurdin bakal melakukan segala cara untuk membendung Kepala Staf Angkatan Darat tersebut.

’’Nurdin pasti akan melakukan berbagai cara, baik kotor maupun busuk. Tapi, perubahan dan perbaikan harus terus diperjuangkan. Saya yakin yang bersih akan menang. Nurdin tak akan hidup selamanya,” tandasnya. (fit)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar