Jumat, 25 Februari 2011

kongres pssi

PSSI Pastikan Tidak Mengundang 'Trio Pembelot'
Selasa, 18 Januari 2011 - 16:37 wib
Muhayati Faridatun - Okezone
JAKARTA - PSSI siap menggelar kongres tahunan di awal 2011. Tiga klub yang hengkang ke Liga Primer Indonesia, yakni Persema Malang, PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro, dipastikan tidak mendapat undangan.

Kongres tahunan yang akan berlangsung di Bali, sepanjang 21-23 Januari mendatang, mengagendakan evaluasi pelaksanaan program kerja (proker) 2010, sekaligus membahas proker 2011. Pengesahan anggota baru, yang akan masuk ke Divisi III dan skorsing anggota juga akan disampaikan dalam kongres.

Setelah memutuskan hengkang dari Liga Super Indonesia (LSI), Persema, PSM dan Persibo, praktis terancam kehilangan status keanggotaan. Kendati belum diputuskan, trio 'pembelot' tersebut tidak akan diundang dan hangus hak suaranya.

"Total voters 108, termasuk lima asosiasi. Untuk klub 103, tapi Persema, PSM dan Persibo tidak diundang, jadi hanya 100," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Selasa (18/1/2011).

Berdasarkan surat FIFA, PSSI berhak menjatuhkan sanksi pada ketiga klub, juga pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan yang terlibat di LPI. Rencananya, masalah tersebut akan disampaikan dalam kongres, yang juga akan membahas jadwal kongres 5 tahunan untuk pemilihan ketua umum.
(fit)
 
SEKJEN PSSI – NUGRAHA BESOES


PSSI Balas Surat KPK
Selasa, 18 Januari 2011 - 17:08 wib
Muhayati Faridatun – Okezone
JAKARTA – PSSI telah memberikan surat jawaban kepada KPK terkait dugaan gratifikasi pemberian tiket pertandingan Piala AFF 2010 untuk sejumlah pejabat.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes menegaskan pihaknya telah mengirimkan surat jawaban beberapa hari lalu.”Sudah kami kirim surat jawabannya,” ujar Nugraha kepada wartawan, Selasa (18/1/2011).

KPK mengirimkan surat kepada PSSI pada 4 Januari 2011 lalu yang isinya meminta klarifikasi PSSI mengenai pendistribusian tiket kepada para pejabat.

Nugraha membantah PSSI melakukan gratifikasi dengan memberikan tiket secara cuma-cuma. PSSI menurutnya hanya mempermudah mereka mendapatkan tiket.

“KPK kirim surat soal gratifikasi pemberian tiket pada pejabat. Kita jelaskan, sudah kami kirim surat jawaban. Kami memberi tiket pun tidak dalam keadaan bolong ada harganya,” katanya.

Sementara yang diundang PSSI adalah pihak yang berkaitan dengan olahraga, sedangkan untuk presiden, PSSI memperlakukannya sebagai termasuk tamu kehormatan.

“Presiden tamu kehormatan, juga instansi yang terkait dengan PSSI. Seperti Menpora, Menkumham, Menteri Dalam Negeri, Menakertrans, Menteri Luar Negeri, Kapolri, Kapolda, Pangdam dan Panglima TNI. Sedangkan pejabat eselon lain membeli tiket.
Kami hanya memfasilitasi dengan memudahkan mereka mendapatkan tiket,” ujarnya menjelaskan. (fit)
Ketua umum PSM Makassar Ilham Arief Siradjuddin (tengah).
Foto: Andi Aisyah/Okezone.com 



PSM: Kami Bukan Pembelot
Rabu, 19 Januari 2011 - 10:07 wib
Andi Aisyah - Okezone

AR – PSM Makassar menolak dikatakan pembelot atau pembangkang dari PSSI. Pasalnya PSM punya alasan tersendiri saat memutuskan keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia milik PSSI.

Kepada
Okezone, Ketua Umum PSM Ilham Arief Siradjuddin mengemukakan, PSSI harus menjelaskan apa alasannya tidak mengundang PSM dalam kongresnya di Bali mendatang. Menurutnya, sanksi keanggotaan seharusnya diputuskan di kongres, bukan oleh perseorangan.

"Kami seharusnya dipanggil untuk mempertanggungjawabkan keputusan keputusan pindah kompetisi itu. Berikan ruang untuk klarifikasi. Jangan tutup ruang dialog, "tutur Ilham yang lebih akrab dipanggil Aco ini.

Ilham mempertanyakan mekanisme organisasi PSSI yang memutuskan sepihak boleh tidaknya PSM Makassar hadir di kongres itu. "Beri ruang klarifikasi di forum resmi. Jangan serta merta kami dianggap melakukan pelanggaran sehingga tak berhak hadir di kongres sama sekali. Jika tak diberi kesempatan, publik pasti bertanya-tanya. Ada apa dengan PSSI, persoalan akan semakin runyam jika kami tak diundang "ujarnya.

Ilham mengimbuhkan, pihaknya pindah kompetisi bukan karena tak suka pada PSSI. Keputusan itu diambil semata karena semakin tidak sehatnya sistem kompetisi PSSI. "Dalam perjalanan ISL ada sistem yang tidak becus. Kepemimpinan wasit yang tidak profesional. Denda yang tidak jelas. Perpindahan lokasi pertandingan yang merugikan, serta larangan PSM melakukan banding atas sanksi pelaksana kompetisi, "jelas Walikota Makassar ini.

Mundurnya PSM dari ISL juga berkait dengan ketidaksanggupan membiayai Pasukan Ramang pada 2011. Pasalnya kata Ilham pihaknya sudah bertekad melakukan perbaikan sarana prasarana lapangan. Menurutnya, itu akan bermanfaat untuk peningkatan kualitas dan pembinaan pemain.

"Kepindahan ke LPI demi menjaga atmosfir sepakbola di Makassar yang punya sejarah bagus. Ini faktor kompetisi dan pembiayaan. Saya takut pemda dibebani dengan dana APBD ke sepakbola yang semakin besar, tapi tanpa prestasi berarti. Setidaknya dengan meninggalkan ISL, dana APBD itu bisa dialihkan untuk pembinaan pemain dan perbaikan lapangan, "pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan, PSM, Persema dan Persibo tak berhak ikut Kongres PSSI di Bali. Pasalnya, berdasarkan surat FIFA, PSSI berhak menjatuhkan sanksi pada ketiga klub, juga pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan yang terlibat di LPI.

Rencananya, masalah tersebut akan disampaikan dalam kongres, yang juga akan membahas jadwal kongres 5 tahunan untuk pemilihan ketua umum.
(hmr)
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar