Pemain Persema Malang merayakan gol Irfan Bachdim (tengah). Foto: Koran SI
Persema Serius Labrak PSSI
Selasa, 25 Januari 2011 - 17:39 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
MALANG - Niat Persema Malang melabrak PSSI dengan melayangkan gugatan sudah bulat. Kini Persema terus menggalang dukungan untuk mempermulus upaya tersebut, terutama mencari dukungan dari kanan-kiri.
Setelah sekata dengan Persibo, Persema juga mendapat sokongan penuh dari Persebaya 1927. Tim milik Pemkot Malang rencananya juga merangkul PSM Makassar, serta tiga tim lain yang dipecat PSSI yakni Persma Manado, Gaspa Palopo, serta Persegi Gianyar.
Kubu Persema beranggapan, semakin banyak rekanan maka bertambah pula daya tekan ke PSSI. "Kita tentu menggalang dukungan agar satu suara. Tim lain yang juga menjadi korban PSSI akan kita hubungi," kata Ketua Umum Persema Peni Suparto.
Khusus Persebaya 1927, sebenarnya tidak masuk dalam daftar pecat yang dilontarkan PSSI. Hanya saja, karena faktor historis membuat tim yang dikelola PT Pengelola Persebaya merasa harus membantu tim-tim yang dikorbankan PSSI.
Persebaya 1927 yang sejak awal sudah gabunng LPI memang tak pernah rukun dengan PSSI. Klimaksnya adalah degradasi ke Divisi Utama yang dinilai hanya akal-akalan PSSI dan memang ada skenario demikian.
Persebaya akhirnya melepaskan kostum bercap PSSI dan menyeberang ke LPI. Jauh ke belakang, memang tidak pernah ada kerukunan antara Ketua Umum Nurdin Halid dan Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar.
"Kami jelas akan mendukung Persema dan tim lain dalam menggugat PSSI, agar tindakan mereka tidak semakin semena-mena. Keputusan PSSI semakin aneh dan tidak mendasar. Jadi langkah menggugat PSSI memang semestinya dilakukan," tutur Saleh Ismail Mukadar.
Tidak mengundang sejumlah klub ke kongres PSSI di Bali menurutnya sudah termasuk tindakan sepihak yang arogan. Terlebih dengan adanya pemecatan tim tanpa lebih dulu diberi kesempatan melakukan pembelaan. Persebaya 1927 sendiri rencananya juga akan melakukan tindakan yang sama.
Kembali ke Persema, Peni sendiri tak keberatan jika harus mengembalikan kendaraan inventaris Pengcab PSSI Kota Malang yang pernah diberikan PSSI. Hanya saja sejauh ini belum ada surat soal pengembalian mobil tersebut.
Peni hanya keberatan jika harus menanggalkan posisi Ketua Pengcab PSSI Kota Malang tanpa prosedur jelas. Pasalnya, posisi tersebut masih menjadi tanda tanya menyusul pemecatan Persema dari keanggotaan PSSI. Juga tidak disebutkan jelas bagaimana status pengurus di internal Persema sendiri.
“Yang pasti keputusan PSSI sudah keterlaluan. Mereka bahkan tidak memberikan kesempatan bagi tim untuk melakukan penjelasan. Karena tidak sesuai aturan yang semestinya, ya kita melakukan gugatan. Banyak kok yang mendukung kita,” tandasnya. (acf)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta. Foto: Koran SI
TNI Dukung KSAD Pimpin PSSI
Senin, 31 Januari 2011 - 16:26 wib
K. Yudha Wirakusuma - Okezone
JAKARTA - Pada tanggal 19 Maret 2011 mendatang PSSI akan melakukan kongres di Pulau Bintan, Riau, salah satu agendanya yaitu pemilihan ketua umum PSSI. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta dikabarkan akan mencalonkan diri pada Kongres.
Menyikapi kabar ini, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengaku baru mengetahui kabar itu. Namun jika benar, dia mengatakan siap mendukung koleganya itu. "Saya baru tahu," kata Agus singkat.
Terkait boleh atau tidaknya Toisutta mencalonkan diri jadi Ketum PSSI? Agus tidak akan memberikan larangan. Dia justru mengaku akan memberikan dukungan.
"Lho, boleh.. Wong saya ketua umum Ski Air (Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia/PSASI). Boleh, tidak masalah," tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Suhartono juga menegaskan bila TNI secara institusi tidak melarang Toisutta jadi Ketum PSSI. "Oh jelas, kalo memang itu diminta," tutupnya.
Seperti diketahui, masa jabatan Nurdin Halid memang akan berakhir pada tahun ini. Sejumlah nama yang dikabarkan siap menggantikan posisinya juga sudah bermunculan. Sebut saja, pengusaha nasional yang sekaligus penggagas Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro, Nirwan Bakrie dan Kapolri Timur Pradopo.
Sementara itu, untuk persyaratan calon Ketum PSSI, setiap kandidat diketahui harus minimal sudah 5 tahun aktif dalam kepengurusan PSSI. Tak hanya itu, mereka juga harus mendapat minimal 50 persen plus satu dukungan dari pemilik hak suara untuk bisa ditetapkan sebagai calon Ketum PSSI yang baru. (hmr)
KSAD Tawarkan Perubahan Sepakbola Indonesia
Rabu, 2 Februari 2011 - 11:54 wib
Bramirus Mikail - Okezone
JAKARTA - Pemilihan calon Ketua Umum (Ketum) PSSI yang akan bergulir pada 19 Maret 2011 mendatang di Pulau Bintan, Riau, telah menarik Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta untuk mencalonkan diri.
Seperti diketahui, masa jabatan Nurdin Halid memang akan berakhir pada tahun ini, setelah dua periode sejak 2003 lalu. Selain Toisutta, sejumlah nama juga disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon ketua umum PSSI, seperti penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Nirwan Bakrie, serta Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Namun dari sekian nama, ternyata baru Toisutta yang secara serius mengajukan diri. Hari ini, Toisutta dijadwalkan mendeklarasikan diri sebagai calon ketum PSSI, di Jakarta.
Dalam deklarasinya, Toisutta mengusung gerakan reformasi sepakbola nasional Indonesia. Meski saat ini Toisutta masih aktif di sebagai anggota TNI, tidak ada aturan yang melarangnya untuk menjadi ketua umum PSSI, seperti yang diungkapkan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Toh, saat ini jenderal kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, juga masih menjabat Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI).
Berbagai tuntutan dan polemik di tubuh PSSI yang saat ini masih dikomandoi Nurdin, yang juga berdarah Makassar, tak hentinya dikumandangkan seluruh pendukung Merah Putih dan berbagai kalangan. Terakhir, Aliansi Suporter Indonesia (ASI), bahkan salah satu lembaga yakni Indonesian Corruption Watch (ICW) turut menyoroti kinerja PSSI, yang diduga sarat dengan korupsi. (far)
JPSI: Kongres PSSI, Konsolidasi Mafia
Rabu, 26 Januari 2011 - 19:40 wib
Muchamad Syuhada - Okezone


Tidak ada komentar:
Posting Komentar