Jepara Ajukan PSSI Tandingan
Selasa, 22 Februari 2011 - 20:45 wib
Sundoyo Hardi - Koran SI
JEPARA – General Manager Persijap Anwar Haryono menyatakan, munculnya wacana pembentukan PSSI tandingan ini merupakan bagian dari pressure terhadap status quo yang terjadi di tubuh PSSI sekarang ini. Meski demikian, harus dipertimbangkan lagi mengenai legitimasi dari FIFA jika nanti wadah PSSI tandingan tersebut benar-benar diwujudkan.
Sebab, kalaupun ada PSSI tandingan tetapi tidak mendapat pengakuan dari FIFA juga akan menemui kesulitan di kemudian hari. Sikap Persijap sampai saat ini masih focus pada tubuh PSSI yakni asal bukan Nurdin Halid.
Mengenai nanti akan dibentuk wadah tandingan, itu sah-sah saja asalkan demi kebaikan sepakbola Indonesia. Sebab, di cabang tinju juga ada beberapa wadah organisasi dan sampai sekarang juga tetap berjalan.
"Tidak apa-apa kalau nanti misalnya ada PSSI dan ASSI. Namun kami tetap menginginkan Ketua Umum PSSI mendatang bukan Nurdin Halid. Kami masih memiliki harapan Pak George Toisutta tetap lolos menjadi kandidat ketua umum,” tegas Anwar.
Terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng Soediro Atmo Prawiro menyatakan dukungannya terhadap sikap pemerintah melalui Menegpora terkait isu seputar yang terjadi di PSSI. Yakni, menginginkan Komite Pemilihan bakal calon ketua umum (ketum) PSSI periode 2011–2015 meninjau kembali tidak lolosnya nama Arifin Panigoro dan George Toisutta sebagai salah satu kandidat ketum PSSI.
“Pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap olah raga di tanah air. Sikap pemerintah yang disampaikan Menpora juga berdasarkan undang-undang. Jadi, kami mendukung penuh hal ini,” kata Soediro, Selasa (22/2/2011).
Disinggung mengenai munculnya wacana PSSI tandingan, itu sah-sah saja sebagai aspirasi masyarakat. Menurut Soediro, jika Arifin Panigoro dan George Toisutta lolos di tingkat verifikasi komisi pemilihan, tentu wacana tersebut tidak akan muncul ke permukaan.
Meskipun memberikan dukungan terhadap upaya reformasi di tubuh PSSI, namun pihaknya tidak akan melakukan penggalangan dukungan, termasuk dengan Pengprov PSSI Jateng. KONI Jateng tidak akan ikut campur terhadap sikap yang diputuskan Pengprov PSSI.
Terpisah, Sekretaris Umum Pengprov PSSI Jateng Johar Lin Eng menegaskan, pihaknya tidak tertarik dengan munculnya wacana pembentukan PSSI tandingan. Sebab, menurutnya masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk memajukan dunia persepakbolaan di tanah air. Misalnya melakukan pembinaan terhadap klub-klub sepak bola di daerahnya masing-masing.
"Sejauh ini tidak ada pihak yang melakukan pembicaraan dengan kami terkait wacana tersebut. Terus terang kami tidak tertarik dengan hal itu," kata Johar Lin Eng.
Dia menambahkan, Pengprov PSSI Jateng sampai saat ini lebih berkonsentrasi menyelesaikan program-program kerja yang telah diagendakan. Sebab, ini jauh lebih untama dibandingkan membahas isu-isu seperti itu.
Disinggung mengenai dukungan saat Kongres PSSI nanti, Johar juga masih enggan berkomentar. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Sukawi Sutarip. (zwr)
KONI Jabar Siap Bentuk PSSI Tandingan
Selasa, 22 Februari 2011 - 20:48 wib
Huyogo Simbolon - Koran SI
BANDUNG – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mengancam akan membuat PSSI tandingan jika Arifin Panigoro atas tidak lolosnya Jenderal TNI AD George Toisutta sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.
Ketua I Bidang Organisasi KONI Jawa Barat, Djumara Frasad mengancam akan mendukung pembentukan PSSI tandingan, apabila kedua nama bakal calon tersebut tetap tidak lolos.
"Bila Ketua Umum PSSI yang sekarang masih memimpin PSSI, jelas kami akan menggalang pembentukan PSSI tandingan," kata Djumara mewakili Ketum KONI Jabar, Azis Syarif.
Djumara juga menegaskan bahwa KONI Jabar telah berkoordinasi dengan ketua-ketua KONI yang tersebar di Indonesia guna mengantisipasi hasil seleksi calon Ketua Umum PSSI.
Djumara menilai kedua sosok tersebut pantas untuk memimpin PSSI, terutama Jendral George Toisutta yang dinilai memiliki komitmen untuk kejujuran dan juga berpengalaman di bidang olahraga.
KONI Jabar dengan tegas menyatakan apabila PSSI tetap tidak memasukkan nama kedua tersebut, maka KONI Jabar akan segera melakukan konsolidasi untuk membentuk PSSI tandingan. “Kita mendukung apa yang disampaiakan KONI Jatim. PSSI kami menilai tidak fair dengan tidak lolosnya pak George dan pak Arifin. Masyarakat kan sudah tahu punya calon yang betul-betul diinginkan rakyat,” ungkapnya.
Jika PSSI tetap tidak meloloskan keduanya, KONI Jabar akan mengambil langkah dengan membentuk PSSI tandingan mulai dari pengcab-pengcab yang menudukung George atau menolak Nurdin Halid. “Kalau ada pengcab yang tidak mendukung kita bikin PSSI baru,” serunya. (zwr)
PSSI Harus Segera Direvolusi
Selasa, 22 Februari 2011 - 23:05 wib
Adela Eka Putra Marza - Okezone
MEDAN - Ketika Ketua Komisi Pemilihan PSSI Syarief Bastaman mengumumkan hanya Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie yang lolos verifikasi sebagai calon Ketua Umum PSSI, banyak pihak yang merasa kecewa.
Karena, masyarakat sepakbola Tanah Air mengharapkan perubahan bisa datang dari dua bakal calon lainnya, Jenderal TNI AD George Toisutta dan Arifin Panigoro yang dinyatakan tidak lulus verifikasi.
Salah satunya Irvin Museng, mantan punggawa Timnas Indonesia U-13 dan U-17 yang pernah menjadi top skor Piala Dunia Danone U-12 di Prancis pada 2005 silam. Pemain masa depan Indonesia ini memang berharap segera ada perubahan di tubuh organisasi sepakbola tertinggi di Tanah Air itu.
"PSSI harus segera dilakukan revolusi. Kita sudah lihat bagaimana kondisi sepakbola kita saat ini. Saya sudah pernah merasakan kompetisi yang dikelola PSSI di Divisi Utama. Tahu sendirilah bagaimana," ungkap Irvin sembari tertawa tanpa menjelaskan lebih rinci kepada okezone di Medan, Selasa (22/2/2011) sore.
Pemain 19 tahun asal Makassar itu memang pernah bermain di Divisi Utama Liga Indonesia selama 2009-2010. Saat itu, Irvin baru saja memulai karir profesionalnya bersama Pro Duta Bandung, yang kemudian berganti nama menjadi Pro Duta Yogyakarta dan Pro Titan setelah dibeli oleh pengusaha Sihar Sitorus.
Sekarang Irvin bermain di Liga Primer Indonesia (LPI), kompetisi gagasan Arifin Panigoro yang baru saja dimulai pada Januari lalu. Ia memperkuat Medan Chiefs, yang juga merupakan milik Sihar. LPI sendiri saat ini masih dianggap sebagai kompetisi ilegal oleh PSSI, karena dianggap sebagai kompetisi tandingan.
Namun, saat ditanya siapa figur yang tepat untuk memimpin PSSI kedepannya, Irvin tidak menyebutkan satu nama. Bagi pemain yang pernah berguru di klub Eredivisie Belanda Ajax Amsterdam U-14 itu, siapapun figur Ketua Umum PSSI nantinya tidak ada masalah asalkan dapat membawa perubahan.
"Saya tidak bisa berkomentar banyak soal itu. Siapapun yang memimpin asal bisa memajukan sepak bola Indonesia, akan saya terima. Yang jelas saya dan masyarakat Indonesia ingin sepakbola yang fair, sehat dan lebih maju," pungkas Irvin lagi. Apalagi, pemain gelandang sayap itu juga memiliki keinginan besar untuk bisa kembali berkostum Merah Putih.
Namun, selama PSSI masih dipimpin Nurdin Halid, tentunya harapan itu akan pupus. Karena, sebelumnya PSSI sudah menyatakan akan menutup pintu timnas bagi siapapun yang berkecimpung dalam LPI. Buktinya, Irfan Bachdim pun dicoret dari timnas U-23, meskipun sebelumnya sudah menunjukkan prestasi di ajang Piala AFF Desember 2010 silam.
"Untuk sementara ini saya masih menunggu hasil Kongres PSSI dulu. Mudah-mudahan ada perubahan," tambah Irvin lagi. Pemilihan Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015 ini sendiri akan dilaksanakan dalam Kongres Luar Biasa PSSI. Kongres tersebut akan digelar di Tanah Lot, Bali pada 26 Maret mendatang. (zwr)
Patung Nurdin Halid Diseret dengan Becak
Rabu, 23 Februari 2011 - 11:07 wib
Septyantoro Aji Nugroho - SUN TV



Tidak ada komentar:
Posting Komentar