Rabu, 09 Februari 2011

komodo

Selasa, 08/02/2011 16:23 WIB
Bagus Sudibyo: Tak Perlu New7Wonders, 
Komodo Sudah Jadi Wonder of The World 
Ken Yunita – detikNews

Jakarta - Jalan panjang Pulau Komodo menjadi salah satu pemenang New7Wonders rupanya tidak terlalu mulus. Taman Nasioanal Komodo itu bahkan hampir saja dieliminasi dari daftar finalis kontes yang digelar Yayasan New7Wonders itu.

Pengamat pariwisata Bagus Sudibyo berpendapat, pemerintah Indonesia sebenarnya tidak usah terlalu khawatir jika Pulau Komodo tidak menjadi salah satu pemenang. Keberadaan komodo sudah menjadi keajaiban karena satu-satunya di dunia.

"Kalau kacamata saya lebih penting dari sekadar menjadi pemenang New7Wonder, komodo sudah menjadi wonder of the world, karena dia kan satu-satunya di dunia lho," kata mantan Ketua Bali Tourism Board.

Berikut wawancara detikcom dengan pria yang kini menjadi Koodinator Asosiasi Biro Perjalanan untuk Bali, NTB dan NTT, Selasa (8/2/2011).

Bagaimana tanggapan Anda soal kekisruhan pemilihan Pulau Komodo jadi New7Wonders?


Pertama tentu komodo itu sudah dikenal dunia, jadi komodo sebagai binatang purba kan satu-satunya di dunia. Yang penting diperbaiki saat ini lebih baik aksesibilitas ke lokasi dan komodo-nya sendiri. Harus ada peningkatan infrastruktur yang lebih memadahi untuk menjadi kan Pulau Komodo sebagai national park seperti di negara lain.

Apa yang harus dilakukan pemerintah?


Ya pemerintah mesti investasi untuk ini. Jika memang ada kerja sama Komodo dengan satu yayasan harus dipertegas. Jangan sampai income dari Komodo masuk ke privat yang justru tidak bisa memajukan Komodo dan NTT. Di sana kan juga ada tempat wisata yang bagus lainnya.

Apa tidak merugikan kalau tidak masuk ke New7Wonder?


Sebenarnya, kalau segala hal diperbaiki dan standar pariwisata sesuai dengan standar internasional, saya kira, akan lebih produktif. Jadi lebih baik, dari pada US$ 45 Juta dihabiskan untuk membayar ke New7Wonders, lebih baik untuk memperbaiki kondisi di Komodo. Membuat akses lebih mudah, lebih cepat, pengunjung juga mendapat pelayanan memadahi, adanya keamanan pengunjung.

Apakah itu bisa mendatangkan wisatawan?


Tentu, tentu akan datang. Coba bayangkan jika Komodo menang dan mereka datang tetapi Komodo sendiri baik sebagai Taman Nasional dan kondisi hewannya kurang dikelola, bisa jadi malah kontraproduktif. Berbondong-bondong ke Komodo tapi transportasi belum lancar, akomodasi belum memenuhi syarat, cara penanganan on the spot belum memenuhi standar internasional. Jangan sampai wisatawan yang datang malah kecewa dan prihatin dengan hewan yang kurang makanan dan tidak terpelihara. Bisa jadi komodo itu saling bunuh demi makanan kan? Nanti populasi komodo bukannya bertambah malah terus berkurang.
(ken/vit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar