Sabtu, 26 Februari 2011

kongres pssi - 30

Nirwan dan Nurdin Setali Tiga Uang
Selasa, 22 Februari 2011 - 16:09 wib
Muhayati Faridatun - Okezone
JAKARTA – Dua calon ketua umum PSSI yang dinyatakan lolos verifikasi, yakni Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie dianggap masih setali tiga uang. Karena itu Aliansi Supporter Indonesia (ASI) menyatakan tetap menutut revolusi jika salah satu dari mereka nanti terpilih.

“Nirwan adalah bagian dari rezim Nurdin. Jika dia terpilih menjadi ketua umum, maka kami akan tetap menuntut revolusi PSSI,’’ tegas perwakilan Joglo Semar untuk ASI, Hilmi, Selasa (22/2/2011).

ASI sendiri saat ini tengah berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, tepatnya di depan kantor PSSI. Mereka bergabung dengan komunitas supporter lainnya melakukan aksi menuntut revolusi terhadap otoritas sepakbola di tanah air.

Sebelum bergerak ke Senayan, sekitar pukul 10.00 WIB ASI sempatmenyambangi kantor KPK. Mereka bermaksud menanyakan kembali dua laporan yang mereka layangkan beberapa waktu lalu. Laporan pertama adalah mendesak agar KPK segera menelusuri dugaan penyuapan terhadap manajer Persisam Samarinda, sedangkan yang kedua ialah laporan dugaan Nurdin menerima cek pelawat sebesar Rp500 juta.

ASI diterima oleh humas KPK, John Budi. Mereka berada di sana selama hampir 2 jam.KPK yang diwakili oleh deputi penindakan menerangkan bahwa laporan tersebut bukan masuk dalam masalah penyuapan, namun gratifikasi. Alasannya karena jumlah uang yang diterima tidak lebih dari Rp1 miliar. (msy)
 
 
 
Suporter Palembang juga
Serukan Revolusi PSSI
Selasa, 22 Februari 2011 - 16:42 wib
Arpan Rachman - Okezone
PALEMBANG – Sekira puluhan orang menggelar unjuk rasa simpang lima Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Selasa (22/2/2011). Mereka yang mengatasnamakan elemen pencinta sepakbola di Sumatra Selatan (Sumsel) menyatakan sikap untuk menuntut adanya revolusi di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Unjuk rasa diwarnai yel-yel dan aksi menari oleh para demonstran. Mereka juga menyebarkan selebaran berisi pernyataan sikap demi menyampaikan aspirasi tentang kondisi persepakbolaan di Tanah Air.

“Tiga poin yang kami tuntut adalah stop politisasi timnas, tegakkan peraturan saat Kongres PSSI, dan kembalikan jatidiri PSSI,” ujar Dedi Pranata, koordinator aksi, kepada wartawan.

Dijelaskan, bahwa statement tentang prestasi timnas saat Piala AFF lalu merupakan prestasi Ketua Umum PSSI dan partai politiknya merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan publik pencinta sepakbola nasional.

“Kami juga menuntut peninjauan hasil keputusan tim verifikasi untuk membatalkan keputusan yang menggugurkan calon ketua umum lainnya selain ketua umum dan pengurus PSSI yang saat ini masih berkuasa,” lanjut Dedi.

Dedi yang juga sekaligus pentolan kelompok suporter Singa Mania itu meminta PSSI dan Panitia Kongres untuk kembali kepada jatidiri asas PSSI yaitu Pancasila dan UUD 1945 bukan mendewakan Statuta PSSI dan Statuta FIFA dalam membuat aturan pelaksanaan kongres.

“Selain itu kami menolak Nurdin Halid menjadi ketua umum PSSI kembali,” pungkasnya.
Aksi berlangsung damai dan setelah berlangsung 30 menit, massa dengan tertib membubarkan diri. (fit)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar