Jumat, 15 April 2011

KONGRES PSSI 322


Soal Anggota KN,
Pemerintah Takkan Ikut Campur
Icha Rastika | Aloysius Gonsaga | Selasa, 05 April 2011 | 15:51 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tidak akan ikut campur dalam penentuan anggota Komite Normalisasi (KN)yang dibentuk Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA. Meskipun demikian, pemerintah siap mengusulkan nama-nama anggpota KN jika memang diminta.

Demikian yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/4/2011). "Tapi kalau FIFA sudah punya nama-nama yang dianggap kredibel dan tidak terlibat exco (mantan Komite Eksekutif PSSI yang sekarang), dan tidak ingin dicalonkan atau mencalonkan dan orang-orang yang ingin bawa perubahan, kami terima," katanya.

Andi mengaku belum mengetahui secara rinci terkait kewenangan KN dan siapa calon-calon anggota KN. Namun, katanya, calon anggota KN pastilah orang-orang yang kredibel dan tidak berambisi mencalonkan diri atau dicalonkan dalam kongres PSSI.

Ia juga enggan berkomentar terkait nama Ketua Dewan Penasihat PSSI Agung Gumelar dan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono yang disebut-sebut sebagai calon anggota KN.

"Kalau orang kredibel yang seperti Pak Agum dan Djoko. Orang seperti Pak Agum, dia juga ketua kehormatan PSSI, kalau dia dipilih oleh FIFA, kami dukung penuh. Kita tidak mau capur tangan. Kalau diminta usulan kami beri usulan, kalau diminta fasilitas kami fasilitasi. Kami menerima, kami mendukung kami siap memfasilitasi," papar Andi.

Sebelumnya, FIFA melalui Komite Darurat membentuk Komite Normalisasi. Hal tersebut diputuskan Komite Darurat pada 1 April dan diumumkan di situs resmi FIFA, Senin (4/4/2011) malam. Komite Normalisasi akan mengambil alih peran Komite Eksekutif PSSI dan akan berfungsi seperti Komite Pemilihan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar