Minggu, 03 April 2011

KONGRES PSSI 307



Radhar: Nurdin Itu Simbol
Penulis: Caroline Damanik | Editor: I Made Asdhiana
Sabtu, 02 April 2011 | 15:02 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Turunnya Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sebenarnya dapat menjadi simbol perubahan di tengah persoalan pelik bangsa Indonesia. Budayawan dan pengamat sosial Radhar Panca Dahana mengatakan, jika Nurdin "jantan" dengan berkenan untuk mundur, tentu akan menjadi preseden positif, terutama di tubuh PSSI sendiri.

"Nurdin itu simbol. Begitu dia bisa digeser akan ada perubahan elemen lainnya, cara dan budaya organisasi, semangat dan harga dirinya. Termasuk di kementerian, atau institusi lainnya, enggak akan bisa bangkit, PSSI harus jadi picunya," kata Radhar di Warung Daun Cikini, Sabtu (2/4/2011).

Sebelumnya, Radhar berpendapat bahwa PSSI bisa menjadi lokomotif bangsa untuk menciptakan perubahan fundamental. PSSI menjadi cermin persoalan institusional.

Menurut Radhar, PSSI bisa menjadi contoh karena persoalan di tubuh organisasi ini tak hanya korupsi, tetapi juga termasuk persoalan kultur manajemen, skandal bisnis bawah tanah, serta independensi dari kekuatan asing. "Kan sebelumnya tak pernah tersentuh. Kalau kita bisa selesaikan persoalan PSSI, kita punya contoh untuk selesaikan masalah bangsa yang berat," katanya.

Radhar menambahkan, PSSI juga bertanggung jawab menyelesaikan persoalan kultur pelaksanaan pola pembinaan yang sebenarnya sudah bagus karena dieksploitasi pengurusnya untuk kepentingan pribadi. Begitu pula dengan persoalan pragmatisme dan mental materialistik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar