Seharusnya Menpora Tidak Gegabah
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: Asep Candra
Sabtu, 02 April 2011 | 16:36 WIB
Seperti diwartakan, Menpora bersama KONI/KOI tak mau lagi mengakui kepemimpinan Nurdin dan Nugraha Besoes di PSSI. Keputusan ini diambil Menpora setelah melihat apa yang terjadi pada kongres di Pekanbaru, Riau.
PSSI dinilai Menpora melakukan beberapa kesalahan dalam pelaksanaan kongres, seperti transparansi. Pada akhirnya, kongres pun ricuh karena beberapa pemegang hak suara bentrok dengan petugas keamanan yang tak mengizinkan mereka masuk ke ruang kongres.
"Kami akan memanggil Menpora yang telah mengambil sikap. Sikapnya ini menambah kisruh masalah atau menyelesaikan masalah. Kalau menurut saya, ini menambah kisruh karena menambah pro dan kontra. Seharusnya Menpora tidak gegabah dan menunggu keputusan FIFA terlebih dahulu," ujar Zulfadhli saat diskusi di Warung Daun, Sabtu (2/4/2011).
Zulfadhli menambahkan, apa yang terjadi dengan Nurdin di PSSI tak ada hubungannya dengan Golkar. "Tidak pernah ada pernyataan resmi (Golkar) mendukung Nurdin. Nurdin itu sudah lama menjadi pengurus sepak bola dan dia baru masuk kepengurusan Golkar saat Aburizal Bakrie terpilih," kata Zulfadhli yang juga merupakan kader partai berlambang pohon beringin itu.
Zulfadhli meminta agar pemerintah tegas mengenai boleh tidaknya orang partai politik seperti Nurdin masuk dalam organisasi olahraga. "Kalau di bola tidak boleh ada unsur politis, buat peraturan yang melarang orang dari parpol bergabung. Tetapi pemerintah tidak tegas karena ketua pengcab di KONI/KOI banyak orang dari partai," kata Zulfadhli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar