Pemerintah Sambut Baik
Komite Normalisasi PSSI
Penulis: Ary Wibowo | Editor: Aloysius Gonsaga
Selasa, 05 April 2011 | 11:54 WIB
"Intinya pemerintah menyambut baik apa yang diputuskan oleh FIFA itu karena ini juga sejalan dengan keputusan pemerintah yang sebelumnya tidak mengakui kepemimpinan PSSI di bawah Saudara Nurdin Halid dan Saudara Nugraha Besoes," ujar Andi kepada wartawan saat menghadiri acara "Pemaparan Penggunaan APBD untuk Klub Sepak Bola" di Kantor KPK,
Andi berjanji, jika Komite Normalisasi (KN) berjalan, pemerintah akan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
"Kami menunggu dan setelah KN itu berjalan, kami mendukung sepenuhnya. Kami akan memfasilitasi, dan semua kompetisi liga, LSI, apakah itu divisi liga super, divisi utama, Divisi I, II, dan III, semua berjalan terus. Persiapan timnas bisa berjalan, didukung terus," tambah Andi.
Sebelumnya, menyusul kekisruhan di dalam tubuh PSSI, Komite Darurat FIFA memutuskan pada 1 April 2011 bahwa sesuai dengan Artikel 7 Ayat 2 Statuta FIFA, Komite Normalisasi akan mengambil alih Komite Eksekutif PSSI saat ini.
Misi Komite Normalisasi adalah menyelenggarakan pemilihan berdasarkan Electoral Code FIFA dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011, mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin, serta menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.
Komite Normalisasi tersebut terdiri dari para insan sepak bola
Dalam kesempatan yang sama, dikonfirmasi juga bahwa empat kandidat yang ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011 lalu (Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro) tidak bisa masuk sebagai kandidat ketua umum PSSI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar