Saat Interogasi Ada yang Memukul, Menendang
Penulis: Nurul Hidayat | Editor: Hertanto Soebijoto
Sabtu, 2 April 2011 | 10:55 WIB
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy Pramono menjelaskan, sebelumnya korban bermaksud bertemu dengan D, salah seorang pihak bank, tapi malah bertemu dengan A dan langsung membawa korban ke ruangan tersebut dan sudah ditunggu oleh D dan H.
Di ruangan itu, kata Kapolres, korban diintrogasi mulai dari pukul 10.30 sampai 12.00 WIB oleh ketiga orang tersebut. Saat interogasi itu korban memperoleh tekanan-tekanan dari pihak debt collector.
"Saat interogasi ada yang memukul meja, menendang kursi, memukul tangan dan menepuk-nepuk pundak korban. Setelah satu jam korban langsung ditinggal oleh ketiganya," kata Gatot Edy Pramono, di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011).
Edy menjelaskan, setelah beberapa lama korban ditinggal di ruangan itu, salah seorang saksi melihat korban jatuh pingsan. "Ada saksi yang melihat korban terjatuh pingsan sekitar pukul 12.15 WIB, kemudian dilaporkan kepada A dan baru ditangani dan dibawa ke rumah sakit sekira pukul 13.30 WIB," ujarnya.
Edy mengatakan, pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal dunia dan merujuknya kembali ke RSCM untuk dilakukan otopsi oleh pihak forensik.
"Jenazah setelah itu kami lakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian tersebut," ujarnya.
Korban diduga telah meninggal saat ditemukan, kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mintaharjo untuk diperiksa.
Seperti diberitakan, Irzen Octa (50) ditemukan tewas di salah satu ruangan kantor Citibank di Menara Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (29/3/2011). Korban tewas setelah bertemu dengan pihak bank untuk menanyakan tunggakan kartu kreditnya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar