Komite Normalisasi
Berjanji Satukan Semua Kubu
Ferril Dennys | Aloysius Gonsaga | Selasa, 05 April 2011 | 15:45 WIB
"Nanti tidak ada kubu Nurdin Halid atau kubu yang lain. Semua satu," kata Agum saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Panglima Polim V, Selasa (5/4/2011).
Kekisruhan yang terjadi selama ini, menurut Agum, disebabkan oleh kurangnya komunikasi di antara beberapa pihak. "Salah satu penyebab ketidakharmonisan adalah kurang komunikasi. Kita tidak boleh langsung memberi cap kepada lawan. Karena itu, saya akan terus berkomunikasi dengan beberapa pihak. Komunikasi menghilangkan kecurigaan," ucap Agum yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.
Agum juga berjanji akan mencegah adanya intervensi berbagai kepentingan politik dalam Komite Normalisasi. "Saya ingin cegah semua kepentingan politik. Ini demi persepakbolaan kita," ujar Agum.
Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi ini dibentuk dari hasil rapat Komite Darurat FIFA pada 1 April lalu. FIFA menunjuk Agum Gumelar sebagai ketua dengan dibantu tujuh anggota, yakni Joko Driyono (CEO PT Liga Indonesia), Sukawi Sutarip (Ketua Pengprov Jawa Tengah), Siti Nurzanah (Arema Indonesia), Hadi Rudiatmo (Persis Solo), Samsul Ashar (Persik Kediri), Satim Sofyan (Pengprov Banten), dan Dityo Pramoni (Medan Bintang).
Komite Normalisasi mengemban tiga tugas, yakni menyelenggarakan pemilihan berdasarkan Electoral Code FIFA-Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011, mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin, dan menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar