FPSP Tolak Kudeta Kongres PSSI
Senin, 7 Maret 2011 - 18:18 wib
Dewi - Okezone
JAKARTA – Forum Pemilik Suara PSSI (FPSP) menolak penyelenggaraan kongres yang dilakukan badan lain di luar PSSI. FPSP menegaskan masih mempercayakan PSSI sebagai pelaksana kongres.
Kisruh di tubuh PSSI tampaknya belum menemui titik terang. Setelah kehadiran Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang juga mengklaim memiliki suara yang sah pada kongres PSSI nanti, kini muncul FPSP.
FPSP dengan tegas meminta kongres PSSI harus dilaksanakan oleh badan PSSI sendiri, bukan badan lain yang mengklaim mendapatkan mandat dari pemilik suara PSSI. Ini merupakan salah satu isi dari lima pernyataan FPSP yang disampaikan di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (7/3/2011).
“Pemilik suara yang sah hanya yang Ketua Umum dan Sekretaris Pengurus Provinsi PSSI serta klub yang sesuai dengan statuta FIFA,” tegas Koordonator/Juru Bicara FPSP Indra M. Adnan.
“Jika ada kongres lain yang penyelenggaraannya di luar PSSI itu tidak sah. Jika ingin merevolusi PSSI, segera dilaksanakan kongres resmi sehingga aturan yang dirasa tidak sesuai dengan statuta FIFA bisa dibenarkan,” lanjut Indra yang juga menjabat Ketua Pengprov PSSI Riau.
Selain menolak penyelenggaran kongres di luar PSSI, FPSP juga menolak segala macam bentuk intervensi pemerintah terhadap induk organisasi sepaknola tertinggi di Tanah Air.
FPSP menilai intervensi pemerintah terhadap PSSI bertentangan dengan statuta FIFA yang justru akan mengundang konflik politik lebih luas.
Pernyataan lain yang disampaikan FPSP adalah setiap warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI, sejauh memenuhi kriteria statuta PSSI.
Enam anggota FPSP lain yang hadir di acara ini adalah Endy Maulidi (Ketua Pengprov PSSI Kepri), Choking S Sakeh (Sekum Pengprov PSSI Sumut), Tony Yonata (Sekum ISP Purwerejo), Djamaludin Ilyas (Wakil Ketua PSGL Gayo Lues), M Iqbal Ruray (Ketua Pengprov PSSI Maluku Utara) dan Sabaruddin Labamba (Ketua Pengprov PSSI Sultra). (wei)
FPSP Imbau KPPN Tidak Menggelar Kongres PSSI
Senin, 07 Maret 2011 | 18:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Pemilik Suara PSSI (FPSP) menyatakan hingga hari ini mempercayai PSSI sebagai pelaksana kongres. Oleh karena itu, FPSP meminta badan lain yang mengaku mendapatkan mandat dari pemilik suara PSSI untuk tidak menggelar kongres.
Sebagaimana diberitakan, rencananya Kongres PSSI akan digelar oleh Komite Penyelamat Persepakbolaan Indonesia (KPPN). Mereka yang beranggotakan 87 anggota pemilik suara PSSI yang terdiri dari pengurus provinsi PSSI dan klub telah menetapkan jadwal kongres untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding PSSI di Surabaya pada 26 Maret.
Kemudian, pada akhir April KPPN kembali menggelar kongres guna memilih anggota Komite Eksekutif PSSI termasuk Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 di Solo. KPPN merasa mereka lebih berhak menggelar kongres karena memiliki hak suara terbanyak.
Meskipun tidak menyebutkan secara eksplisit, FPSP dalam lima pernyataan sikapnya, terutama butir kedua, menyebutkan, forum ini menolak badan lain di luar PSSI untuk mengambil alih tugas resmi PSSI seperti pelaksanaan kongres.
”Tidak sah jika ada badan lain yang menggelar kongres PSSI,” kata juru bicara FPSP, Indra M Adnan, dalam pernyataan persnya di Hotel Santika, Senin (7/3/2011).
Indra mengaku sangat menyayangkan adanya badan lain seperti KPPN yang menggelar kongres. Pasalnya, bila kongres nantinya tidak memenuhi kuorum, kongres luar biasa bisa digelar. Selain itu, Indra juga meminta PSSI tidak menghalangi seseorang untuk menjadi ketua umum karena bukan saja bertentangan dengan Statuta PSSI, tetapi juga bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.
”Yang bisa menggugurkan pencalonan seorang hanyalah aturan di dalam Statuta PSSI itu sendiri, bukan yang lain,” ujar Indra.
Penulis: Ferril Dennys | Editor: Aloysius Gonsaga |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar