Rabu, 30 Maret 2011

KONGRES PSSI 290

Tim Advokasi Untuk Kehormatan Bangsa hari ini,
Rabu (30/03/2011) mendatangi kantor
Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Sekjen PSSI,
Nugraha Besoes. Besoes diduga
menyebarkan pernyataan
yang mengandung kebohongan publik
dengan membawa nama FIFA dan AFC.




Nugraha Besoes Dilaporkan ke Mabes Polri
Penulis: Maria Natalia | Editor: Erlangga Djumena
Rabu, 30 Maret 2011 | 14:52 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Advokasi untuk Kehormatan Bangsa, Rabu (30/03/2011) ini, mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

Besoes diduga melakukan menyebarkan pernyataan yang mengandung kebohongan publik. Besoes menyatakan bahwa Kongres PSSI dibatalkan atas usulan utusan dari FIFA dan AFC. Padahal, kedua utusan tersebut tidak pernah memberikan pernyataan tersebut, bahkan Besoes justru telah lancang membohongi dan menghalang-halangi kedatangan utusan FIFA dan AFC. Dua utusan tersebut ditahan pihak PSSI di Bandara Sultan Syarif Kasim II dan diberi penjelasan bohong mengenai situasi di hotel tempat kongres dilangsungkan.

"Kami datang melaporkan Sekjen PSSI atas pernyataan tentang pembatalan Kongres PSSI tanggal 26 Maret di Pekanbaru yang lalu. Sebagai masyarakat pencinta sepak bola yang kebetulan kami juga berprofesi sebagai advokat, kami melaporkannya. Ini juga menjadi bukti salah bentuk tragis yang dilakukan pengurus PSSI, di bawah rezim Nurdin Halid yang mempermalukan bangsa ini," ungkap salah satu anggota Tim Advokasi untuk Kehormatan Bangsa, Mangapul Silalahi, di Mabes Polri, Rabu.

Menurut Mangapul, mereka membawa bukti salahnya berupa lampiran pers dan hasil wawancara wartawan yang berupa pernyataan resmi Nugraha Besoes mengenai kebohongan publik tersebut. "Kalau kemudian pernyataan resminya (Nugraha Besoes) ini merupakan kesepakatan dari PSSI, maka kami akan melaporkan Nurdin Halid juga," tegas Mangapul.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar