Selasa, 29 Maret 2011

KONGRES PSSI 251


PSSI Batasi Gerak Wartawan di Kongres
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: Aloysius Gonsaga
Sabtu, 26 Maret 2011 | 13:22 WIB


PEKANBARU, KOMPAS.com — PSSI berjanji akan menggelar kongres secara terbuka. Namun, hal ini tak sepenuhnya terjadi. Dalam proses registrasi peserta kongres yang diselenggarakan mulai pagi hingga sore nanti, PSSI melarang wartawan melihat dengan dekat proses tersebut.

Dalam selebaran tata tertib wartawan peliput yang dibagikan tertulis, "Pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB merupakan proses registrasi peserta kongres di lantai 2 Hotel The Premiere. Selama proses registrasi, wartawan tidak diperkenankan berada di areal tersebut."

Tak hanya membatasi ruang gerak wartawan selama kongres, PSSI juga meminta wartawan tetap berada di press room lantai 3 di hotel tersebut selama berlangsungnya kongres. Alasan PSSI, hal itu untuk membantu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kongres.

Saat ini, sejumlah pemilik suara PSSI sudah terlihat satu per satu maupun secara berombongan mendatangi lokasi kongres. Meski demikian, tidak ada satu pun dari mereka yang membuka percakapan atau mau diwawancara media.

Sementara itu, di luar hotel, aksi unjuk rasa menuntut revolusi PSSI tak juga berhenti sejak pagi tadi. Selain menyanyikan lagu-lagu mencibir dan menyindir Nurdin Halid beserta kroni-kroninya, mereka juga mulai memaksa untuk bisa masuk ke dalam area hotel.

Kongres PSSI sendiri rencananya bakal dimulai pukul 19.30 dan dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.





Kongres PSSI Memanas!
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: Robert Adhi Kusumaputra
Sabtu, 26 Maret 2011 | 15:15 WIB


PEKANBARU, KOMPAS.com — Kericuhan terjadi saat registrasi peserta kongres PSSI di Hotel The Premiere, Sabtu (26/3/2011). Beberapa pengurus pengprov dan klub protes karena nama mereka tak bisa didaftarkan. Situasi mulai "panas" setelah beberapa pemilik suara yang pro perubahan masuk ke ruang registrasi.

"Nugraha Besoes harus ke sini untuk menjelaskan semuanya!" tegas Ketua Umum Persiba Balikpapan Syahril HM Taher. "Kalau saya bisa registrasi, tapi banyak klub-klub yang ikut kongres di Bali, ternyata tidak ada namanya di dalam, malah dianulir. Ini, kan, jadi masalah. Ada lima atau enam klub yang tak ada namanya," katanya melanjutkan.

Sementara itu, Ketua Umum Perseba Bangkalan Imron Abdul Fatah mencak-mencak karena tak bisa registrasi. "Saya ketua umum, saya yang punya klub, masa saya enggak bisa registrasi!" kata Imron menandaskan.

Imron melanjutkan, PSSI mulai antipati kepadanya setelah ia membongkar kasus suap yang melibatkan salah satu petinggi PSSI, Iwan Budianto. Hingga berita ini diturunkan, keadaan masih "panas" di Hotel The Premiere, Pekanbaru, seiring kedatangan para pemilik suara yang pro perubahan. Di luar hotel sendiri, massa yang menuntut revolusi PSSI tak henti-hentinya melakukan unjuk rasa sejak tadi pagi. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar