Senin, 28 Maret 2011

KONGRES PSSI 237


Toisutta-Arifin Siap Menang, Siap Kalah
Penulis: Ferril Dennys | Editor: Aloysius Gonsaga
Kamis, 24 Maret 2011 | 22:14 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Arifin Panigoro dan George Toisutta kembali menyatakan maju dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Mereka menyatakan siap menerima keputusan apa pun seandainya kalah dalam kongres yang digelar pada 29 April itu.

Pernyataan itu disampaikan Toisutta saat hadir dalam rapat konsolidasi Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN) di Hotel Gran Melia, Kamis (24/3/2011). Dalam rapat tersebut, kata Toisutta, para peserta menanyakan kesiapan dirinya dan Arifin Panigoro untuk maju dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI.

"Mereka menanyakan kesiapan kami untuk maju. Saya jawab sudah telanjur basah," jelas Toisutta. "Saya taat asas. Arifin tidak mungkin menjadi bos Medco Group. Kalah-menang tidak masalah. Yang penting PSSI bisa berubah," jawab Toisutta saat ditanya apakah legowo bila kalah dalam kongres mendatang.

Arifin dan Toisutta sebetulnya sudah mendaftarkan menjadi calon Ketua Umum PSSI. Namun, nama mereka tidak lolos verifikasi Komite Pemilihan. Hanya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang lolos verifikasi. Namun, akhirnya keempat calon tersebut digugurkan oleh Komite Banding.

Kekisruhan tersebut mengundang perhatian Presiden FIFA, Sepp Blatter. Dia meminta Kongres PSSI diselenggarakan pada 26 Maret dan 29 April. Selain itu, dia juga meminta Kongres PSSI untuk menghormati keputusan Komite Banding.

Terkait hal itu, Toisutta mengatakan, "Organisasi tidak bisa diwakilkan oleh orang per orang. Ibu Rita Subowo (Ketua KONI) sudah bertemu langsung dengan Blatter sehingga dia yang tahu penjelasan lengkapnya."



Arifin-Toisutta Tidak Gentar Dijegal
Penulis: Ferril Dennys | Editor: Aloysius Gonsaga
Kamis, 24 Maret 2011 | 23:05 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Kubu Arifin Panigoro dan George Toisutta mengaku tidak gentar dengan upaya-upaya PSSI mempertahankan status quo. Mereka berjanji akan berjalan sesuai aturan demi kemajuan induk sepak bola tertinggi di Indonesia itu.

Upaya pelanggengan mempertahankan status quo mulai diendus sejumlah kalangan. Hal itu mulai dari terlambatnya undangan, "akal-akalan" peraturan organisasi, dan adanya perubahan pemilik suara.

"Saya dan Pak Arifin serta KPPN (Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional) punya satu tekad yang sama. Kami akan berjalan pada aturan. Bangsa ini akan maju manakala kami taat aturan. Kami akan berjalan pada aturan," tegas Toisutta saat ditemui wartawan dalam rapat konsolidasi KPPN di Hotel Gran Melia, Kamis (24/3/2011).

Toisutta pun mengaku yakin bahwa PSSI tidak akan membuat sesuatu di luar aturan. "Silakan buat aturan apa saja. Dikatakan secara terbuka manakala ada yang bertentangan dengan Statuta PSSI, yang harus diikuti Statuta FIFA. Jadi apa pun silakan. Teman-teman saya di PSSI sekarang ini cerdas, juga tidak akan membuat sesuatu di luar aturan. Mereka akan fair play," papar KSAD TNI tersebut.

Toisutta dan Arifin kembali menegaskan kesiapannya untuk maju dalam pertarungan kursi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Namun, saat disinggung mengenai visi-misi kedua pasangan tersebut, Toisutta enggan membeberkannya. "Itu nanti saja," jawabnya singkat.




George Toisutta Sentil Pengurus PSSI
Penulis: Hindra Liu | Editor: Aloysius Gonsaga
Jumat, 25 Maret 2011 | 10:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, yang juga bakal calon ketua umum PSSI, kembali menyentil kepengurusan PSSI. George membandingkan aturan Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia yang jelas dibandingkan PSSI.

"Aturan PB PJSI lengkap dan bisa dimengerti semua orang. Tidak ada penafsiran," kata George, yang juga Ketua Umum PJSI, kepada para wartawan di sela-sela peresmian OSO Sport Center di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/3/2011).

George juga mendukung pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta para pengurus cabang olahraga tidak ribut sendiri. Sebaliknya, mereka diminta tetap memegang etika dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Ya, memang pengurus tidak boleh ribut. Kan tidak ada pengurus yang ribut, kecuali yang satu itu (PSSI)," kata George sambil tersenyum.

Pada kesempatan tersebut, jenderal bintang empat ini pun kembali menegaskan niatnya untuk masuk ke dalam bursa calon ketua umum PSSI. "Maju terus lah, pantang mundur. Mari bung rebut kembali," ujar George sambil bersenandung. 



Mantan Pemain Timnas Dukung Toisutta-Sutejo
Penulis: Ferril Dennys | Editor: Aloysius Gonsaga
Jumat, 25 Maret 2011 | 15:55 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pemain tim nasional menyatakan dukungannya kepada George Toisutta dan GH Sutejo sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Salah seorang pemain timnas, Nasir Salassa, berpendapat, prestasi sepak bola menunjukkan penurunan baik prestasi maupun keberhasilan mengikuti kejuaraan internasional sejak dekade 2000 sampai sekarang.

"Bahkan merupakan sebuah ironi dan menyedihkan ketika berhadapan dengan lawan-lawan di ASEAN, seperti Myanmar, Vietnam, dan Kamboja, kita harus kewalahan bahkan pernah menanggung kekalahan. Padahal, dulu negara-negara tersebut kita bantai dan kita libas dengan skor-skor mencolok," ujar Nasir, yang membela timnas di periode 1980-1990 kepada wartawan di Restoran Lagunas, Jumat (25/3/2011).

Oleh karena itu, Nasir berpendapat, Toisutta merupakan sosok yang layak untuk memangku jabatan ketua umum PSSI demi meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia di masa depan.

"Bahwa perjalanan sejarah sepak bola selama lima dekade ini banyak dipimpin oleh orang-orang pemerintah dalam hal ini pejabat TNI, di antaranya adalah Laksamana Ali Sadikin, Kolonel Sarnubi Said, Brigjen Bardosono, Marsekal Madya Kardono, Letjen Azwar Anas, Jenderal Agum Gumelar. Marsekal Pertama Suparja Poncowinoto, Kolonel Wahab Abdi, dan banyak lagi para tentara kita terlibat dalam memajukan sepak bola," papar Nasir.

Dalam kesempatan tersebut, mantan pemain timnas menegaskan tiga pernyataan sikapnya. Mereka meminta reformasi, restrukturasi, dan reorganisasi pada tubuh PSSI pusat.

"Kami juga mengimbau kepada para pemilik hak suara pada Kongres PSSI 2011 untuk benar-benar menggunakan hati nuraninya, memilih pengurus PSSI yang benar-benar mempunyaia tujuan memperbaiki sepak bola nasional serta meningkatkan prestasi timnas baik di tingkat ASEAN dan ASIA," ujar Nasir.

Kongres pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI dijadwalkan dilaksanakan pada 29 April.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar