Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero (kiri ke kanan), memberikan keterangan pada wartawan terkait penundaan Kongres PSSI, di Kantor Badan Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/2/2011). Kongres yang sedianya digelar pada 26 Maret terpaksa ditunda karena tidak adanya calon ketua umum setelah Komite Banding menggugurkan semua calon.
Nurdin ke DPR dengan Kekuatan Penuh
Selasa, 01 Maret 2011 | 10:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini pengurus PSSI mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid datang dengan kekuatan penuh dengan membawa jajaran pembantu-pembantunya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Nurdin ditemani oleh Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, Ketua Komite Pemilihan Syarief Bastaman, anggota Komite Eksekutif PSSI Togar Manahan Nero, Deputi Bidang Teknis Iman Arif, dan beberapa anggota EXCO PSSI lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Nurdin masih memberi penjelasan awal kepada anggota Komisi X. Nurdin datang sejak satu jam lalu dan menolak melakukan tanya jawab dengan wartawan.
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: A. Wisnubrata |
Besoes: Jabatan Ketua Umum Tak Boleh Diintervensi
Selasa, 01 Maret 2011 | 12:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menegaskan jabatan Ketua Umum PSSI tidak boleh mendapatkan intervensi dari pemerintah. Menurut dia, hal itu dilarang dalam sepak bola karena melanggar Statuta FIFA.
Seperti diberitakan sebelumnya, Besoes bersama Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid bertemu Komisi X DPR untuk melakukan rapat dengar pendapat. Dalam kesempatan ini, Besoes berusaha keras memberikan penjelasan panjang lebar mengenai persoalan Ketua Umum PSSI.
Seperti diberitakan, dalam beberapa hari terakhir gelombang yang menuntut Nurdin turun berlangsung begitu kencang. Demo-demo menuntut Nurdin turun terjadi di berbagai kota. Hal itu juga memicu komentar dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, yang kemudian dinilai sebagai campur tangan pemerintah oleh PSSI.
"Dalam kepengurusan sepak bola tidak ada yang disebut demisioner. Ending-nya adalah sesuai masa jabatan. Pada saat nanti kongres menunjuk ketua umum, automatically merekalah nanti yang bakal mengambil alih," kata Nugraha.
Menurut Nugraha, jika intervensi dibiarkan, Indonesia bisa terkena sanksi FIFA.
"Ingat kita nanti ada SEA Games. Kalau sanksi ini dijatuhkan, kita tak akan bisa berlaga di SEA Games. Juga ada laga Pra Olimpiade. Parahnya lagi, negara-negara lain tak mau bertanding dengan kita. Contohnya Brunei, yang sampai sekarang masih kena hukuman, sudah hampir 3 tahun," ujar Besoes.
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: A. Wisnubrata |
Nurdin: Menpora Memicu Demo
Selasa, 01 Maret 2011 | 12:23 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menilai demo besar-besaran yang menuntut dirinya turun muncul setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng melakukan konferensi pers mengenai hasil verifikasi dari Komite Pemilihan. Menurut Nurdin, sejak itu gelombang demo tak bisa dihentikan sampai sekarang.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah Komite Pemilihan mengeluarkan keputusan bahwa Arifin Ponigoro dan George Toisutta tak lolos sebagai calon ketua umum, Menpora bersama Ketua Umum KONI Rita Subowo langsung memberikan respons. Intinya, mereka meminta Komite Banding untuk meloloskan dua nama di atas.
"Saya perlu pertegas, sebelumnya tidak ada yang protes. Tapi setelah press conference dari Menpora, banyak yang turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa," kata Nurdin Halid saat melakukan rapat dengar pendapat di Komisi X DPR, Selasa (1/3/2011). "Semuanya demo, Senayan, Kantor PSSI, diserbu. Saya kira bapak-bapak di sini bisa menilai sendirilah," lanjut Nurdin.
Meskipun demikian, Nurdin mengaku takkan melaporkan intervensi ini kepada FIFA. Ia mengaku tak ingin Indonesia kena sanksi FIFA.
Sementara itu, Nurdin yang datang dengan jajaran stafnya nyaris tak pernah tersenyum di ruang rapat. Ketika ditanya salah satu anggota DPR mengenai hal ini, Nurdin menjawab, "Bagaimana saya mau senyum setiap hari saya didemo, foto saya dibakar," kata pria yang kerap disapa Puang tersebut.
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: A. Wisnubrata |
Ketua PSSI Nurdin Halid memaparkan pandangannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR-RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011). PSSI dipanggil Komisi X berkaitan dengan kemelut pencalonan ketua PSSI periode 2011-2015.
Nurdin: Dukung Saya Jadi Ketua AFF!
Selasa, 01 Maret 2011 | 13:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menjadi salah satu kandidat Ketua ASEAN Football Federation (AFF) periode 2011-2015. Karena itu, ia mengharapkan dukungan dari para anggota Komisi X DPR untuk bisa memenangi jabatan bergengsi tersebut.
Hal ini dikatakan Nurdin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Selasa (1/3/2011). "Alhamdulillah saya juga menjadi salah satu kandidat Ketua AFF. Saya sudah melakukan lobi-lobi supaya terpilih menjadi Ketua AFF, mohon dukungan," ujar pria asal Makassar tersebut.
Nantinya Nurdin akan bersaing dengan His Royal Highness Sultan Haji Ahmad Shah dari Malaysia dan Dato Worawi Makudi dari Thailand. Pemilihan Ketua AFF akan dilaksanakan di Bangkok pada 10 April mendatang.
Nurdin sebelumnya pernah menjadi calon anggota EXCO ASEAN Football Confederatioan (AFC) pada Januari lalu. Namun ketika itu, politisi partai Golkar ini kalah bersaing dengan Winstong Lee Boo Aun (Singapura), Tran Quoc Tuan (Vietnam), dan Zaw Zaw (Myanmar).
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: A. Wisnubrata |
PSSI Sudah Bina Sepak Bola Usia Dini
Selasa, 01 Maret 2011 | 21:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Secara terstruktur, program pembinaan sepak bola usia dini sudah dilakukan PSSI sejak tahun 2008. Pembibitan pemain potensial itu, meliputi latihan fisik, gizi dan skill.
"Salah satu program kami adalah menyiapkan fasilitas bagi turnamen atau kompetisi dari segala kelompok umur," ujar Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, saat berbicara dalam Rapat Dengar Pendapat Umum antara Komisi X DPR RI dengan PSSI, Selasa (1/3/2011) di Jakarta.
PSSI menyatakan telah melakukan reformasi dan restrukturisasi pembinaan sepak bola usia dini. "Pemain-pemain lulusan turnamen atau sepak bola usia dini yang berusia di bawah 21 tahun bisa memperkuat klub-klub Divisi III. Sasaran dari Divisi III ini adalah untuk persiapan PON, SEA Games dan Pra-Olimpiade," terangnya.
Nurdin juga menjelaskan adanya hierarki kompetisi sepak bola di Indonesia sebagai bagian dari yang dituntut oleh FIFA. Divisi III Liga Indonesia merupakan jenjang paling rendah, yang di atasnya ada Divisi II, Divisi I, Divisi Utama sampai Liga Super Indonesia (LSI).
Penulis: Adi Dwijayadi | Editor: Aloysius Gonsaga |
Nurdin Ingin Cerahkan Bangsa Indonesia
Selasa, 01 Maret 2011 | 21:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ingin memberi pencerahan bagi bangsa Indonesia. Itulah alasan mengapa Nurdin memilih bertahan dalam pencalonan dirinya sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015.
"Saya bertahan karena harga diri, harkat, dan martabat. Saya ingin memberi pencerahan bagi bangsa," kata Nurdin, menjawab pertanyaan anggota dewan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI dengan PSSI di Jakarta, Selasa (1/3/2011).
Ia mempertanyakan, demokrasi akan dibawa ke mana bila diambil alih orang yang punya kekayaan. "Karena itu, saya mempertahankan. Saya tidak mau dicemooh dan 1-2 tahun lagi digulingkan. Saya akan ikuti sesuai mekanisme," ucapnya.
"Kenapa ada orang yang meneriakkan Nurdin turun, padahal saya tidak pernah naik. Ini adalah roh PSSI. Demokrasi tanpa kekerasan. Saya tak mau jadi orang mati," tutur Nurdin di hadapan jajaran anggota Komisi X DPR RI.
Penulis: Adi Dwijayadi | Editor: Aloysius Gonsaga |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar