Selasa, 01 Maret 2011

kongres pssi 134 - nurdin halid

Surat Kemenegpora, Bukti Intervensi pada PSSI
Selasa, 1 Maret 2011 - 13:28 wib
Susi Fatimah - Okezone
JAKARTA - Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) melayangkan surat peringatan pada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengklaim teguran tersebut sebagai bentuk intervensi pemerintah.

Kemenegpora memang menerima mandat tuntutan para suporter Merah Putih, yang mengidamkan Nurdin cs meletakkan jabatannya demi terwujudnya revolusi di tubuh PSSI. Menanggapi hal tersebut, Kemenegpora mengambil tindakan tegas dengan memberi peringatan melalui surat.

Menurut Nurdin, langkah yang ditempuh Kemenegpora dianggap sebagai bentuk campu tangan pemerintah terhadap PSSI. Nurdin pun meyakini Badan Sepakbola Dunia, FIFA, mengamini pernyataannya.

“23 Februari lalu, kami menerima surat dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, yang ditandatangani oleh sekretaris menegpora. Apakah surat itu mengintervensi? Maka jawaban saya adalah ‘ya’,” ujar Nurdin, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR, Selasa (1/3/2011).

“Surat itu merupakan surat yang menyatakan intervensi kepada PSSI. Jangankan PSSI, FIFA pun menyatakan hal tersebut mengintervensi,” tegas pria berdarah Makassar, Sulawesi Selatan.
(far)
 
Nyapres AFF, Nurdin Minta Restu
Selasa, 1 Maret 2011 - 13:42 wib
Susi Fatimah - Okezone
JAKARTA - Nurdin Halid mengklaim lolos dalam kandidat calon Presiden Asosiasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF).

Pencalonan sebagai Presiden AFF sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Namun, Nurdin kembali menegaskannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR.

Untuk itu, pria asal Makassar meminta restu kepada anggota Komisi X agar dirinya bisa sukses di pemilihan Presiden AFF, yang akan diselenggarakan pada 20 April mendatang.

"Saya juga calon presiden AFF, mohon doa restu ya Pak,” ujar Nurdin saat rapat dengar pendapat umum dengan komisi X di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (1/3/2011).

“Sudah diumumkan oleh Komite pemilihan AFF, ada tiga calon di sana. Pemilihannya tanggal 10 April, calonnya itu Nurdin Halid dari Indonesia, " jelasnya.

Nurdin akan bersaing dengan dua kandidat lainnya yang berasal dari Malaysia dan Thailand
. (wei)
 
Jangan Terus Permasalahkan Statuta
Selasa, 1 Maret 2011 - 13:48 wib
Rejdo Prahananda – Okezone
 
JAKARTA - Anggota komisi X DPR RI, Utut Adianto meminta agar semua pihak yang terlibat dalam kongres PSSI, termasuk Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Andi Mallarangeng tidak lagi memperdebatkan statuta FIFA maupun PSSI dan Undang-Undang. Utut menilai sikap seperti itu tidak menyelesaikan masalah yang timbul.

Menurutnya untuk memajukan sepakbola di tanah air bukan hanya dengan cara melakukan revolusi di tubuh PSSI. Namun harus melibatkan seluruh elemen.

''Kita tidak boleh selalu mempermasalahkan statuta FIFA, PSSI dan Undang-Undang dari Menegpora. Yang harus dibenahi adalah pemain, masyarakat sepakbola, bukan hanya PSSI saja,” kata Utut yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPR RI, Selasa (1/3/2011).

''Ini semua demi kemenangan sepakbola Indonesia,” sambung Utut yang beraharap PSSI tidak dibekukan dan terhindar dari hukuman FIFA.

Sementara hal sedikit berbeda diungkapkan oleh anggota komisi X lainnya, Eko Hendro Purnomo. Pria yang lebih dikenal dengan nama Eko Patrio berpendapat kalau pembekuan PSSI oleh FIFA bisa jadi menjadi salah satu solusi untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Dia juga berharap agar kongres PSSI jangan sampai ditunda lagi.

“Kongres PSSI jangan di undur-undur lagi. Jangan sampai 19 April (saat masa kepemimpinan kepengurusan sekarang telah selasai). PSSI lebih baik dibekukan mundur selangkah tapi bisa lebih maju di masa mendatang,’’ cetus Eko
. (msy)
 
 
Dukung NH, Bomber Subang Bakar Foto Menegpora
Selasa, 1 Maret 2011 - 13:58 wib
Yudy Heryawan Juanda - SUN TV


SUBANG - Puluhan pecinta sepakbola Subang, Jawa Barat, yang tergabung dalam Bobotoh Maung Bersatu atau Bomber Subang menggelar aksi mendukung Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Mereka pun tak segan mengecam Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Alfian Mallarangeng, yang dianggap melakukan intervensi.

Di tengah tuntutan ribuan suporter Merah Putih, yang mengidamkan revolusi di tubuh PSSI dengan runtuhnya rezim Nurdin, Bomber justru melayangkan dukungannya. Selasa (1/3/2011) siang, mereka menggelar aksi di halaman Gedung Wisma Karya, Subang.

Selain menyerukan dukungan pada Nurdin, Bomber juga menuntut menegpora mundur dari jabatannya. Bahkan, para demonstran melakukan aksi ekstrim dengan membakar foto menegpora.

Menurut koordinator aksi Budiman Setiawan, dengan campu tangan pemerintah dalam tubuh PSSI akan mengancam keberadaan induk organisasi sepakbola nasional tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan, Timnas dan klub-klub Indonesia dilarang tampil di ajang internasional," seru Budiman.

Di akhir aksinya, bomber membagikan selebaran dukungannya terhadap Nurdin Halid kepada pengendara yang melintas. Mereka berharap kekisruhan yang terjadi di tubuh PSSI segera berakhir karena ditakutkan memberi pengaruh pada mental skuad Alfred Riedl, yang akan bermain di laga leg kedua pra-Olimpiade melawan Turkmenistan, 9 Maret mendatang
. (far)
 
Nurdin Sudah Tebus Kesalahan
Selasa, 1 Maret 2011 - 14:30 wib
Rejdo Prahananda – Okezone

 JAKARTA - Ketua komite pemilihan PSSI, Syarif Bastaman menyebut Nurdin Halid sudah cukup memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua umum.

Penetapan Nurdin sebagai calon ketua menuai kontroversi karena dinilai banyak kalangan telah menyalahi statuta AFC serta FIFA karena pernah terlibat dalam kasus pidana. Keputusan itu sendiri akhirnya dianulir oleh komisi banding setelah munculnya gelombang protes dari masyarakat.

Dalam rapat dengan pendapat umum (RDPU) di hadapan anggota komisi X DPR RI,  Syarif mencoba meluruskan statuta FIFA yang melarang seorang ketum terlibat sanksi hukum. Menurut syarif dalam hal ini seorang calon bisa mengajukan diri karena yang bersangkutan tidak sedang terlibat kasus hukum saat kongres.

Selain itu Syarif mengakui Nurdin punya hak untuk mencalonkan diri karena sudah membayar kesalahannya di masa lalu. “Hak sipilnya sudah pulih karena telah membayar kesalahan” tegasnya.

Mengenai masa jabatan pengurus PSSI, Syarif juga memberikan pemaparannya. “Tidak ada ketentuan yang tidak bisa diukur,” kata Syarif. Karenanya PSSI menetapkan waktu lima tahun untuk masa jabatan dan semua ketetapan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan FIFA.

''Soal lama jabatan harus lima tahun. Syarat jadi ketua umum bisa dari pengurus dan mantan pemain nasional,” jelasnya di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Hal lain yang juga ditanyakan komisi X adalah soal kekisruhan dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Secara lugas Syarif kembali menjelaskan bahwa kompetisi yang back-up oleh Arifin Panigoro itu tidak diakui oleh PSSI maupun FIFA.

“Setiap kompetisi ada hirarkinya seperti divisi I, II, III dan Liga Super. Sementara LPI tidak ada. LPI di luar FIFA,” jelas syarif menjawab pertanyaan anggota dewan.
(msy)
 
 



 


 
 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar